MENJELANG AKHIR TAHUN, PETERNAK BINAAN MAMPU MENJUAL 470 LITER URINE KELINCI

Menjelang akhir tahun, permintaan urine Kelinci milik peternak binaan Rumah Zakat semakin meningkat.

PURWOREJO, RUMAH ZAKAT – Salah satu program peternak Rumah Zakat di Desa Bapangsari adalah menjadikan urine Kelinci sebagai pupuk dan pestisida untuk tanaman. Melalui program tersebut, para peternak mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.

Hal itu terbukti dengan permintaan pupuk dan pestisida untuk beberapa tanaman papaya, semangka, melon dan cabai yang setiap bulannya mencapai 150- 200 liter. Bahkan, pada Rabu (11/11) penjualan pupuk tersebut sudah mencapai 470 liter.

Saiful  (43th) menuturkan bahwa dengan urin kelinci biaya perawatan cabai rawit bisa ditekan.

“Dengan penyemprotan rutin 1 Minggu 2 kali maka hama lalat buah , daun keriting tidak menyerang lagi bahkan hama ‘bule’ pun sembuh mas dengan penyemprotan yang lebih insentif lagi dan dosis yang di tambah (3 liter untuk 1 tangki 14 liter), padahal kalo dengan pestisida pabrikan mas harga obat ‘bule’ (daun putih kekuningan) ini mahal banget hargany,” tutur Saiful.

Newsroom

Anantiyo Widodo/Amri Rusdiana

Tags:
Donation Confirmation
en_USEnglish
id_IDBahasa Indonesia en_USEnglish