[:ID]MESKI LANJUT USIA, IBU – IBU DI DESA BERDAYA DUKUH SEMANGAT MENGAJI[:en]ELDERLY SPIRIT TO LEARN QURAN[:]

[: ID]SALATIGA. Setelah sempat beberapa pertemuan libur karena banyaknya agenda HUT Kemerdekaan RI ke-73, Jumat (31/8) sejumlah ibu-ibu di Desa Berdaya Dukuh kembali bersemangat mengikuti kegiatan rutinitas belajar membaca Al-Qur’an. Kegiatan belajar membaca Al-Quran dari nol kelompok ibu-ibu ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore bertempat di rumah Ketua Majelis Taklim RW 09, Rumah Ibu Hj. Latifah.

“Sejauh ini mereka sudah mulai pengenalan bacaan panjang mad jaiz dan mad wajib. Metode pembelajaran yang dipakai menggunakan metode pembelajaran Al-Qur’an metode UMMI” ujar Dwi Pujianto Fasilitator rumah Zakat sekaligus guru ngaji para ibu – ibu.

Kegiatan belajar membaca Al-Qur’an yang dulu beranggotakan 9 orang ini sekarang menjadi 19 orang. Hal ini menandakan semangat dan
keinginan ibu-ibu untuk bisa membaca Al-Quran sangat besar. Meskipun sudah berlanjut usia, tidak mengurangi semangat mereka.

Tidak jarang dalam pembelajaran disertai dengan tawa dikarenakan salah mengucap huruf hijaiyah atau sikap yang lain.

Ibu-ibu mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Sri Warningsih, salah satu peserta selalu mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada Rumah Zakat. Terima kasih kepada Mas Dwi yang telah membimbing kami dengan sabar. Sekarang sudah lebih baik
daripada dulu ibu-ibu tidak mengenal huruf hijaiyah sama sekali. Semoga menjadi amal baik Mas Dwi,” kata Mbah Ninin sebutan sehari-hari Sri Warningsih.

Dwi Pujiyanto mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana sejak ia bergabung menjadi Fasilitator Rumah Zakat satu tahun yang lalu. Ia bersyukur respon dan animo masyarakat baik. Selain kelompok ibu-ibu juga ada kelompok remaja putra dan remaja putri.

“Alhamdulillah sampai sekarang ini kegiatan belajar membaca Al-Quran berjalan dengan baik. Animo masyarakat sangat baik. Bahkan mereka tidak rela kalau dalam satu minggu ada liburnya. Kalau di hari yang disepakati kebetulan ada yang berhalangan maka mereka mencari hari lain agar dalam satu minggu tidak ada yang libur. Saya senang dengan semangat ibu-ibu tersebut,” kata Dwi Pujiyanto.

Newsroom
Habib Novan / Lailatul Istikhomah[: en]SALATIGA. After having several holiday meetings due to the many agenda of the 73rd Republic of Indonesia’s Independence Day, Friday (31/8) a number of mothers in Dukuh Hamlet were enthusiastic to follow the routine activities of learning to read the Quran. Learning activities to read the Quran from the first step, this activity is held every Friday afternoon at the house of the Chairman of the Majelis Taklim RW 09, Rumah Ibu Hj. Latifah.

“So far they have started a long reading introduction mad jaiz and mad wajib. The learning method used UMMI method,” said Dwi Pujianto, Rumah Zakat facilitator as well as a teacher who teaches mothers.

The Quran learning activity which was followed by 9 people now is 19 people. This signifies enthusiasm and the desire of mothers to be able to read Quran is very big. Despite age, it does not reduce their enthusiasm.

Not infrequently in learning accompanied by laughter due to incorrectly pronouncing hijaiyah letters or other attitudes.

Mothers claimed to be happy with the activity. Sri Warningsih, one of the participants always thanked Rumah Zakat who initiated the activity.

“Thanks to Rumah Zakat, thank you to Mas Dwi for guiding us patiently. Now it’s already better than before, i did not recognize hijaiyah letters at all. Hopefully it will be a good charity for Mas Dwi, “said Sri Warningsih.

Dwi Pujiyanto said that this activity was carried out since he joined as Rumah Zakat Facilitator one year ago. He was grateful for the response and good public interest. In addition to the group of mothers there are also groups of young men and young women.

“Alhamdulillah, until now the learning activities of reading quran are going well. Public interest is very good. In fact they don’t want if there is a week off. If on the agreed day there happens to be a person who is absent then they look for another day so that in one week there is no holiday. I am happy with the spirit of these mothers, “said Dwi Pujiyanto.

Newsroom

Habib Novan / Lailatul Istikhomah[:]

Tags:
Donation Confirmation
en_USEnglish
id_IDBahasa Indonesia en_USEnglish