[:ID]PELAJARAN ISRA MI’RAJ RASULULLAH[:en]LESSON FROM ISRA MI’RAJ OF THE PROPHET[:]

[: ID]oleh: Imam Nur Suharno

Setiap bulan Rajab, kaum Muslimin memperingati peristiwa fenomenal sekaligus mukjizat teragung, yaitu Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Jumhur sepakat bahwa perjalanan itu dilakukan oleh Nabi SAW dengan jasad dan roh.

Isra adalah perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram (di Makkah) ke Masjidil Aqsha (di al-Quds, Palestina).Mi’raj adalah kenaikan Nabi SAW menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluk.Semua itu ditempuh dalam semalam.

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada tahun ke-10 dari Nubuwah, ini pendapat al-Manshurfury.Menurut riwayat Ibnu Sa’d di dalam Thabaqat-nya, peristiwa ini terjadi 18 bulan sebelum hijrah.

Dengan tujuan untuk menenteramkan perasaan Nabi SAW sebagai nikmat besar yang dilimpahkan kepadanya. Lalu, agar Nabi SAW merasakan langsung adanya pengawasan dan perlindungan Allah SWT, karena sebelumnya Nabi mengalami kesulitan dan penderitaan selama menjalankan dakwah dan kehilangan orang-orang yang sangat dicintai, yaitu Abu Thalib dan istri tercintanya Khadijah binti Khuwailid, untuk menunjukkan pada dunia bahwa Nabi SAW merupakan Nabi yang teristimewa, untuk menunjukkan keagungan Allah (QS al-Isra’ [17]: 1, QS al-An’am [6]: 75, dan QS Thaha [20]: 23); dan untuk menguji keimanan umat manusia.

Mengapa perjalanan Isra Mi’raj dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha? Peristiwa ini memberikan isyarat bahwa kaum Muslimin di setiap tempat dan waktu harus menjaga dan melindungi Rumah Suci (Baitul Maqdis) dari keserakahan musuh Islam.

Hal ini juga mengingatkan kaum Muslimin zaman sekarang agar tidak takut dan menyerah menghadapi kaum Yahudi yang selalu menodai dan merampas Rumah Suci.

Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Nabi SAW dipertemukan dengan para nabi terdahulu, hal ini merupakan bukti nyata adanya ikatan yang kuat antara Nabi SAW dan nabi-nabi terdahulu.

Nabi SAW bersabda, Perumpamaan aku dengan nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah bangunan, kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut, kecuali satu tempat batu bata di salah satu sudutnya.Ketika orang-orang mengitarinya, mereka kagum dan berkata, Amboi indahnya, jika batu batu ini diletakkan? Akulah batu bata itu, dan aku adalah penutup para nabi.(HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis shahih diriwayatkan, Nabi SAW mengimami para nabi dan rasul terdahulu dalam shalat jamaah dua rakaat di Masjidil Aqsha.

Kisah ini menunjukkan pengakuan bahwa Islam adalah agama Allah terakhir yang diamanahkan kepada manusia. Agama yang mencapai kesempurnaannya di tangan Nabi SAW. Pilihan Nabi SAW terhadap minuman susu, ketika Jibril menawarkan dua jenis minuman, susu dan khamr, merupakan isyarat secara simbolis bahwa Islam adalah agama fitrah.

Yakni, agama yang akidah dan seluruh hukumnya sesuai dengan tuntunan fitrah manusia. Di dalam Islam, tidak ada sesuatu pun yang bertentangan dengan tabiat manusia. Perjalanan Isra Mi’raj dalam rangka menerima perintah shalat dari Allah, tanpa melalui perantara.

Hal ini menunjukkan pentingnya shalat bagi kaum Muslimin. Shalat yang dilakukan akan dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih bermakna. Jika pelajaran dari Isra Mi’raj ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan, dapat membawa perubahan kehidupan menjadi lebih baik.

Sumber : republika.co.id

 [: en]by: Imam Nur Suharno

Every Month of Rajab (Arabic Month), the Muslims commemorate the phenomenal event as well as the greatest miracle, namely Isra and Mi’raj of Prophet Muhammad SAW.

Jumhur agreed that the trip was done by Prophet SAW with body and spirit.

Isra is the Prophet SAW’s journey from the Grand Mosque (in Makkah) to the Aqsa Mosque (in al-Quds, Palestine) .Mi’raj is the ascension of the Prophet SAW penetrating the highest layer of heaven to the extent that cannot be reached by the knowledge of all beings. All that was done overnight.

Isra Mi’raj occurred in the 10th year of Nubuwah, this opinion of al-Mansurur. According to Ibn Sa’d’s account in his Thabaqat, this incident occurred 18 months before the hijrah.

With the aim to reassure the Prophet’s feelings as a great blessing is bestowed upon him. Then, for the Prophet (s) to feel the direct supervision and protection of Allah SWT, because before the Prophet experienced difficulties and suffering during the dakwah and lost loved ones, namely Abu Talib and his beloved wife Khadijah bint Khuwailid, to show the world that the Prophet is a special prophet, to show God’s majesty (Surat al-Isra ‘[17]: 1, QS al-An’am [6]: 75, and QS Thaha [20]: 23); and to test the faith of mankind.

Why is Isra Mi’raj’s journey starting from the Grand Mosque to the Aqsa Mosque? This event signals that Muslims in every place and time should guard and protect the Holy House (Baitul Maqdis) from the enemy’s greed.

It also reminds Muslims today that they do not fear and surrender to the Jews who always tarnish and rob the Holy House.

In the course of Isra Mi’raj, the Prophet (s) was met with earlier prophets, this is clear evidence of a strong bond between the Prophet (s) and the previous prophets.

The Prophet SAW said, My parable with the prophet before me is like a man who built a building, then he beautify and beautify the building, except for a brick in one corner. When people surround it, they are amazed and say, Oo it is beautiful, if this stone is laid? I am the brick, and I am the seal of the prophets. (Bukhari and Muslim).

In the hadith narrated, Prophet SAW led the prophets and apostles earlier in the two congregational prayers at the Aqsa Mosque.

This story shows the recognition that Islam is God’s last religion mandated to man. Religion that reaches its perfection in the hands of the Prophet (s), Prophet SAW choose milk drinks, when Gabriel offers two types of drinks, milk and Alcohol, is a symbolic sign that Islam is a religion of fitrah.

 

Namely, a faithful religion and all its laws are in accordance with the guidance of human nature. In Islam there is nothing contrary to human nature, the journey of Isra Mi’raj in order to receive the command of prayer from Allah, without going through intermediaries.

This shows the importance of prayer for Muslims. Prayers performed will be able to change a person’s life becomes more meaningful. If this lesson from Isra Mi’raj can be implemented in life, it can bring life change for the better.

Source: republika.co.id[:]

Tags:
Donation Confirmation
en_USEnglish
id_IDBahasa Indonesia en_USEnglish