PEMERATAAN BANTUAN LOGISTIK, RUMAH ZAKAT TELUSURI KAWASAN PENGUNGSIAN KORBAN LIKUIFAKSI PETOBO

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

PALU. (17/10), Rumah Zakat bersama Andriani petalolo menyalurkan bantuan logistik berupa 6 dus air mineral, 1 dus roti, 2 dus susu kotak UHT, dan 2 bundal selimut kepada 11 KK (42 jiwa) pengungsi di kel. Petobo, Kec. Palu Selatan.

Saat ini tepat H+19 hari pasca terjadinya bencana likuifaksi di Petobo. Suatu bencana dimana tanah tidak mampu menahan beban diatasnya sehingga membuat semua bangunan amblas dan hanyut hingga ratusan meter.

” Saat tu, tanah belakang rumah naik tinggi seperti ombak yang mau menerjang, tanah lembek seperti lumpur, saya dan yang lain berhamburan menyelamatkan diri. Kemudian saya tinggal disini dengan kondisi seadanya. Banyak korban waktu itu ” ucap Afida (40 tahun), seorang perempuan paruh baya yang menjadi saksi terjadinya bencana likuifaksi.

Bencana likuifaksi di Petobo telah merenggut harta benda dan sebagian dari keluarga mereka. Hingga kini mereka masih tinggal di pengungsian dengan kondisi yang seadanya.

Dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari pun mereka masih sangat bergantung pada bantuan yang ada. Tersebarnya lokasi pengungsian menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan dan pihak pihak terkait dalam penyaluran bantuan.

Tidak semua pengungsi berkumpul di kawasan camp utama, beberapa tinggal tersebar dalam kawasan pengungsian dengan jumlah pengungsi yang relatif lebih sedikit.

Dengan kondisi ini, Rumah Zakat bersama Andriani petalolo juga melakukan penyaluran di camp camp kecil untuk menjamin pemerataan pemenuhan kebutuhan para pengungsi.

Newsroom
Hesti / Lailatul Istikhomah

Tags :
Donation Confirmation