PENDAMPINGAN USAHA UNTUK PENERIMA MANFAAT PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI RUMAH ZAKAT

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

MADIUN. Selasa (19/02), Fasilitator Rumah Zakat di Desa Kwangsen melakukan kunjungan ke warga binaan dan 1 orang calon penerima manfaat untuk program pemberdayaan ekonomi. kunjungan ini adalah bagian dari pendapingan usaha untuk para penerima manfaat program Rumah Zakat. Kunjungan yang pertama adalah ke bu Tatik yang memproduksi sambel pecel khas Madiun dengan merk Yu Tik. Bu Tatik menerima bantuan modal usaha dari Rumah Zakat dan juga bantuan peningkatan produk yaitu label.

Pada Awalnya pengemasan produk bu tatik tidak menarik hanya di beri label kertas fotokopi saja, tapi setelah ada bantuan Rumah Zakat labelnya menjadi full colour dengan desain yang bagus dari bahan stiker.

“Namun masih banyak yang ndak percaya itu produk saya, khawatir palsu” kata bu Tatik” “”Ya semuanya butuh proses dan penjelasan ke pelanggan atau penjual produk ibu” kata Hary Sutrisno Fasilitator Rumah Zakat.

Kunjungan kedua adalah ke mbak Antika yang memproduksi keripik tempe bulat merk Naufalyn. Mbak Antika sudah menerima bantuan pemasaran (baner) dan peningkatan produk (label) dari rumah Zakat. Berbeda dengan bu Tatik kalau keripik tempe bulat mbak Antika awalnya memang tanpa label. Dan setelah pakai label bantuan dari Rumah Zakat diakui omsetnya semakin meningkat. Bahkan sudah beberapa kali mencetak sendiri label produk.

Sehari rata rata bisa terjual 25 s.d 30 bungkus kemasan 5 ribuan dan bisa lebih jika ada pesanan untuk bawaan orang “nyumbang” temanten. Bisa 500 bungkus sekali pesan.

Ke depan Mbak berharap bisa meningkatkan kapasitas produksi. Dan sudah mengajukan bantuan alat usaha berupa wajan yang lebih besar ke Rumah Zakat.

Kunjungan ketiga adalah mengunjungi calon penerima manfaat (PM) yaitu mbak Ida. Mbak Ida adalah seorang gadis yang bersemangat untuk mandiri sepeninggal ibunya. Dia ingin melanjutkan usaha ibunya yaitu produksi kerupuk kuda lumping. Saat ini pemasaran masih seadanya di beberapa warung dan dengan kemasan plastik kecil. Fasilitator Desa Berdaya menawarkan mbak Ida untuk ikut bergabung dengan kegiatan Rumah Zakat.

Newsroom
Lailatul Istikhomah

Tags :
Donation Confirmation