POKTAN IJO ROYO-ROYO PRODUKTIF DAN BERPRESTASI

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

RZ LDKO CilegonBANJARNEGARA. lhamdulillah, Agustus kemarin saya mewakili Kelompok Tani Hutan Ijo Royo-Royo mendapat kesempatan untuk mengikuti upacara 17 Agustus di Istana Negara.”

Laki-laki yang belum berumur separuh baya tersebut berkata dengan senyum sumringah di tengah hamparan kolam ikan Desa Prigi, Bajarnegara Jawa Tengah. Kisam, begitu ia biasa disapa, adalah Ketua Kelompok Tani Hutan (Poktan) Ijo Royo-Royo yang baru saja memenangkan lomba Kelompok Tani Hutan Rakyat tingkat nasional. Perjuangan 750 orang anggota Poktan dari Prigi tersebut tidak sia-sia. Usaha gigih mereka untuk menjadikan Prigi lebih berdaya melalui potensi lokal membuahkan hasil. Poktan Hutan Ijo Royo-Royo mendapat juara II setelah bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia.

“Ada tiga aspek penilaian dalam lomba tersebut, yaitu dilihat dari aspek sosial, ekonomi, serta lingkungan. Bagaimana kemudian hutan itu bisa berpengaruh positif terhadap segala sisi kehidupan masyarakat Prigi,” ujar Kisam.

Kelompok tani yang dipimpin Kisam memang tergolong produktif. Hamparan tanah Prigi yang luas dan subur berhasil dimanfaatkan untuk menyejahterakan warganya. Baik dengan usaha perkebunan salak penanaman kayu albasiyah, maupun dengan kolam ikan warga di atas tanah bengkok kepala dusun. Untuk penanaman kayu albasiyah sendiri, Poktan Ijo Royo-Royo telah mendapat kontrak dengan salah satu industri sebagai tempat penjualan kayu tersebut, sehingga warga tidak perlu khawatir lagi mengenai pemasarannya.

Wilayah Prigi yang masih hijau dan berdekatan dengan Sungai Serayu serta mata air di Curug Bolong tersebut memang menguntungkan. Meski kemarau panjang, tapi Prigi tak pernah kekurangan air. Kolam kolam ikan tetap penuh dan kebun salak pun tak pernah mengering.

Pokdatan atau Kelompok Budidaya Ikan Desa Prigi mempunyai 350 kolam yang dipelihara oleh anggotanya. Kolam-kolam tersebut ada yang terkumpul di satu lokasi maupun tersebar di depan rumah masing-masing warga. Selain menjual ikan untuk dikonsumsi, Pokdatan Prigi juga menyediakan benih ikan untuk dibudidayakan. Meski hasil dari budidaya ikan tersebut selama ini masih dikonsumsi sendiri dan penjualannya masih di sekitar Prigi, tapi Kisam sendiri mempunyai harapan agar RZ membantu pendampingan untuk pengembangan produk olahan ikan.***

Sumber : RZ Magz Edisi Oktober 2015

Tags :
Donation Confirmation