Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

SURABAYA. Prinsip dasar pengelolaan lingkungan adalah harus diawali oleh perubahan cara kita memandang dan memperlakukan sampah. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah. Paradigma baru adalah memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan. Hal ini sebenarnya berbanding lurus dengan bagaimana cara pandang kita tentang pengelolaan lingkungan.

Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan lingkungan di Jembrana, Wakil Bupati Jembrana Bali bapak I Md. Kembang Hartawan, SE, MM. bersama rombongan seluruh Kepala Desa Se-kelurahan Kabupaten Jembrana Provinsi Bali melakukan study banding tentang pengelolaan lingkungan di wilayah binaan Bank HSBC – Rumah Zakat yaitu di Kelurahan Margorejo Rt 04/ Rw 03 Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya pada hari Senin, (25/02).

Dipilihnya Kota Surabaya karena Surabaya sudah terkenal dengan pengolahan sampah dan lingkungannya yang baik.

Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan, namun mampu melaksanakan pengelolaan lingkungan dengan sangat baik. Penduduk setempat mampu menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan, karena dapat diproduksi menjadi benda bermanfaat yang memiliki nilai jual. Seperti, kerajinan tangan, pupuk dan lain-lain.

Kunjungan yang diselenggarakan ini bertempat di 2 kelurahan yaitu Kelurahan Jambangan dan Kelurahan Margorejo. Dua kelurahan ini menjadi tempat study banding dikarenakan pada tahun kemarin menjadi Juara dalam lomba kebersihan Green & Clean.

Dalam kunjungan di kelurahan Margorejo Rt 04/Rw 03, Wakil Bupati bapak Kembang Suharta mengapresiasi program-program pengelolaan lingkungan yang telah dilaksanakan khususnya pada system biopori, pengelolaan air limbah (IPAL) dan reycle daur ulang sampah
dari botol bekas menjadi hiasan bunga.

”Terima kasih Bank HSBC dan Rumah Zakat sudah memberi pelatihan ketrampilan daur ulang sampah, ternyata hasilnya bisa dibanggakan di depan Wakil Bupati Jembrana Bali,” pungkas ibu Yuni selaku koordinator Bank Sampah Margojoyo.

Newsroom/ Lailatul Istikhomah
Surabaya