SD JUARA MEDAN, MISKIN MATERI TAPI KAYA PRESTASI

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

RZ LDKO CilegonMEDAN. Sesuai namanya, SD Juara atau Sekolah Persa adalah SD gratis binaan Rumah Zakat (RZ) di Medan yang beralamat di Jalan Sei Bekala, Medan, yang memiliki segudang prestasi membanggakan.

Di balik kesuksesan sekolah tersebut, ada sosok kepala sekolahnya yang cukup berperan. Zahidan Gayo, pria 32 tahun yang telah menjadi kepala SD Juara sejak 2010 lalu itu cukup memberikan kontribusi positif pada perkembangan sekolah. Kendati saat menjabat sebagai orang nomor satu di sekolah itu usianya masih tergolong muda, yakni 27 tahun.

Namun begitu, berbagai prestasi tingkat kecamatan, hingga nasional berhasil diraih para muridnya. Misalnya juara satu nasional tahun 2013 dalam ajang lomba menulis cerpen yang diselenggarakan penerbit Mizan DAR, salah satu penerbit bernuansa Islami. Kemudian, duta Sumut dalam lomba menulis cerpen nasional 2013, dan juara pada berbagai bidang lomba tingkat SD lainnya.

Dari data yang diperoleh dari sekolah itu, ada 37 prestasi yang diraih pada sepanjang tahun ini. Kepada KORAN SINDO MEDAN, belum lama ini, Sahidan menuturkan, prestasi yang diraih pada murid SD Juara tidak terlepas dari kemauan belajar sang murid, kesungguhan guru dalam mengajar dan mendidik, serta kerja sama yang harmonis antara semua pihak di sekolah tersebut.

Alumni terbaik Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan (Unimed) 2006 itu mengawali kiprahnya di dunia pendidikan begitu lulus kuliah. Ada dua sekolah tempatnya mengajar sebelum akhirnya masuk sebagai wakil kepala SD Juara pada 2009, yakni SMA An Nizam dan SMA Islam Terpadu (IT) Al Fityan.

“Masuk ke sekolah amal atau sosial ini, mungkin bagi sebagian orang guru-gurunya akan menghadapi situasi prihatin, padahal kenyataannya tidak. Kami, seluruh guru-guru di SD ini, dari awal selalu bertekad, bagaimana agar sekolah ini punya prestasi. Walaupun diketahui sekolah gratis ini diisi murid-murid dari kalangan yatim piatu dan orang-orang tidak mampu,” ungkapnya.

Di tangan guru-guru sarjana kompeten dari PTNPTS terkemuka di Sumut, awalnya dia mengaku cukup minder. Namun, seiring perjalanan, dia berpikir bagaimana caranya menyatukan kekuatankekuatan yang ada untuk melejitkan prestasi sekolah. “Kalau kita lihat, banyak kepala sekolah yang capek sendiri.

Tapi di sini, kami atur regulasinya sehingga para teman-teman bisa mendapatkan bagian kerja. Jadi, tugas kepala sekolah lebih ringan untuk berpikir bagaimana bisa memajukan sekolah ini,” ujarnya. Suami dari Hasri Maulina Peranginangin itu menilai, sebagai kepala sekolah atau pimpinan, tugasnya adalah bagaimana bekerja sama dengan orang lain, dan orang tersebut bisa merasa nyaman, sehingga hasil pekerjaannya bisa maksimal.

Apalagi dia memahami tugas guru itu sangat berat. Di SD Juara yang diajarkan tidak hanya murid yang pintar, tetapi beraneka ragam karakter. “Kadang mereka (guru) hampir putus asa untuk menghadapi berbagai karakter siswa. Saya sering mengajak mereka salat dan mendoakan muridnya itu.

Saya juga anjurkan agar guru membaca Alquran satu hari satu juz sehingga jiwa mereka terisi,” katanya. Ayah satu putra dan tiga putri tersebut mengatakan, selama kepemimpinannya, tidak ada seorang pun guru yang pindah atau berhenti mengajar dengan alasan apa pun.

Bahkan, kedekatan antara dia dan guru yang ada juga hingga menyentuh masalah curahan hati (curhat) terkait masalah yang dihadapi guru. “Saya sering datangi guru saat hari libur, bawa sarapan dengan istri dan anak saya. Dari sana kami berbincang dengan gurutersebut tentang berbagai hal,” ucap ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Medan Timur sejak 2011 lalu itu.

Juara satu lomba orator saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS 2012 di Lapangan Benteng Medan ini menuturkan, sikap ingin melayani banyak orang didapatnya ketika pernah menetap di masjid sejak SMA hingga tamat kuliah. Melayani menurutnya merupakan hal yang baik dan mendapatkan pahala. Sementara apa yang dia lakukan di SD Juara adalah merupakan pengabdian dengan harapan bisa mendapat rida Sang Pencipta.

Newsroom/Syukri Amal
Medan

Tags :
Donation Confirmation