SUPERQURBAN, BAHAGIA BERBAGI SEPANJANG TAHUN

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Superqurban merupakan program optimalisasi pelaksanaan ibadah qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi kornet. Program ini sudah digulirkan sejak tahun 2000 hingga sekarang dan mampu menjadi solusi untuk kebutuhan pangan terutama di wilayah pelosok Indonesia dan wilayah rawan bencana. Kemasan kornet yang higienis membuat olahan daging kurban ini tahan lama dan mudah didistribusikan bahkan hingga ke mancanegara. Dari Januari hingga Juli 2015 ini RZ sudah menyalurkan sebanyak 29.326 kornet untuk wilayah pelosok dan bencana di Indonesia, dan 10.000 kornet Superqurban untuk bencana alam yang terjadi di Nepal.

Solusi pangan saat bencana “Selama Januari di beberapa wilayah Indonesia yaitu Kalimantan Barat, Tanjung Pura Medan, Pesisir Selatan Padang, Pandeglang, dan Bandung Selatan terjadi bencana banjir dan angin puting beliung. Dan kornet Superqurban menjadi bantuan yang cukup efektif bagi para korban, mau dimasak terlebih dahulu ataupun dimakan langsung bisa,” tutur Andri, koordinator program kebencanaan RZ.

Selain diperuntukan bagi korban bencana alam, Superqurban juga disalurkan bagi relawan yang membantu evakuasi korban Air Asia yang jatuh pada awal tahun 2015 lalu. “Dalam kondisi bencana, bukan hanya korban yang perlu menjadi perhatian, tetapi juga para relawan evakuasi. Maka sudah sepantasnya kita juga memberikan layanan untuk relawan dan anggota TNI yang bertugas,” kata Andri.

Superqurban memang berasal dari Indonesia, namun kepedulian itu tidak mengenal batasan geograis, suku, bangsa, ras, dan agama. Karenanya kornet Superqurban dari para donatur bisa sampai hingga ke Nepal untuk membantu korban gempa yang terjadi pada Mei lalu. RZ mengirimkan relawan yang tergabung dalam Tim Indonesian Aid for Nepal untuk membantu proses evakuasi dan penanganan medis korban bencana, menyalurkan bantuan logistik, serta kornet Superqurban.

“Kornet Superqurban kami salurkan di beberapa wilayah antara lain Sankos Village, Pachhaghare Village, dan Chilaunevatti yang berada di Distrik Dahding, Nepal. Ketiga daerah tersebut merupakan desa terpencil dengan jarak tempuh 3 jam dari pusat Distrik Dahding dan 6 jam dari pusat Kota Kathmandu,” ungkap Andri.

Ekspedisi wilayah pedalaman Jika Superqurban ini mampu menjadi solusi kekurangan pangan bagi para korban bencana, maka bagi warga di wilayah pelosok kornet Superqurban membantu pemenuhan pangan sumber protein hewani, terutama daging sapi dan kambing yang sulit didapat oleh mereka. Melalui program Ekspedisi Superqurban para relawan RZ menybarkan kornet hingga pulau terluar Indonesia.

Salah satu wilayah yang menjadi target ekspedisi tahun ini adalah Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pantai Lango merupakan salah satu daerah terpencil yang wilayahnya di kelilingi laut. Akses utama menuju Pantai Lango yaitu dengan melewati laut menggunakan perahu motor. Supardi Taher, salah seorang tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa masyarakat Pantai Lango sangat jarang mengonsumsi daging. Hal tersebut disebabkan karena kondisi geograisnya terpencil dan jauh, sehingga sulit dijangkau masyarakat luar. “Biaya dari Balikpapan ke sini pun cukup mahal. Alhamdulillah ada relawan RZ yang menyalurkan kornet Superqurban, kami jadi bisa makan daging lagi. Bahkan bisa distok untuk keperluan nanti,” ungkapnya.

Meskipun bukan wilayah terluar Indonesia, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur termasuk wilayah yang sulit dijangkau dan rawan pangan. Perjalanan ke lokasi penyaluran Superqurban ditempuh selama 12 jam, lokasi desa yang berada di tengah hutan dan jalan yang sangat kecil mengakibatkan mobil harus berkali-kali didorong karena terbenam lumpur.

“Ekspedisi Superqurban kali ini berfokus pada titik daerah yang rawan pangan dan tingkat konsumsi daging rendah. Kegiatan ini menjadi program rutin yang akan dilaksanakan di wilayah terpencil dan terluar yang berada di nusantara,” ungkap Hendrik Andhika, Relawan RZ.

Kebutuhan warga di pelosok tentu bukan sekedar kebutuhan pangan saja namun juga pembinaan baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun agama. RZ pun memperhatikan hal tersebut dengan selalu memberikan pendampingan dan pembinaan untuk semua wilayah yang dikunjunginya dalam ekspedisi Superqurban.

Penyaluran Superqurban di wilayah Tolikara misalnya, disertai dengan kegiatan assesment hingga pemberian bantuan yang diperlukan. “Kami mengunjungi satu perkampungan muslim Hitigima, Desa Assotipo, dimana terdapat Masjid Nurulhuda. Selain kornet Superqurban, RZ juga memberikan satu unit wireless portable untuk menunjang kegiatan edukatif di sekitar masjid,” ungkap Herlan.

Di Pontianak, penyaluran kornet Superqurban juga diikuti dengan cara pengolahan kornet. “Tidak semua orang biasa makan daging kornet secara langsung, jadi kami memberikan pelatihan membuat makanan yang sudah familiar di kalangan warga Pontianak namun bahan dasarnya dari kornet Superqurban,” ujar Asrul Putra Nanda, Branch Manager RZ Pontianak. Melalui Superqurban RZ bukan hanya berkomitmen memenuhi kebutuhan pangan warga pelosok dan korban bencana tapi juga melakukan pemberdayaan yang dapat membantu mereka keluar dari keterpurukan.

Sumber : RZ Magz Edisi September 2015

Tags :
Donation Confirmation