SYARAT DITERIMANYA TOBAT

Dalam sebuah hadis dari Anas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baiknya yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.” (HR at-Tirmidzi).

Dari hadis ini, kita tahu bahwa manusia tempatnya salah dan dosa. Tak ada manusia suci yang selalu dekat dan melaksanakan perintah Allah yang Mahasuci. Pun demikian tak ada manusia yang selalu membuat kesalahan layaknya setan. Artinya, manusia bisa melakukan kesalahan dan kebaikan.

Tak ada alasan bagi kita menghina dan mencaci orang yang pernah berbuat kesalahan. Selama mau berubah dan bertobat, seseorang dapat menjadi orang baik. Muslim yang melakukan kemaksiatan harus bertobat agar mendapatkan ampunan. Seorang Muslim tidak boleh meremehkan dosa.

Menurut ulama, tobat adalah wajib dari setiap dosa yang dilakukan. Manusia harus memohon ampun atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Dosa yang dilakukan manusia bisa berkaitan antara dirinya dengan Allah SWT dan dengan sesama.

Jika seseorang melakukan maksiat kepada Allah dan ingin tobatnya diterima, menurut Imam Nawawi, syaratnya ada tiga. Pertama, berhenti melakukan maksiat. Kedua, menyesali perbuatannya. Ketiga, memiliki tekad yang kuat untuk tidak mengulangi maksiat tersebut selamanya.

Adapun jika kesalahan dan dosa berkaitan dengan sesama manusia, syaratnya ada empat. Selain tiga syarat yang telah disebutkan, juga ada satu syarat yang mesti diperhatikan. Seorang Muslim yang mempunyai dosa kepada sesama harus membebaskan hak saudaranya.

Jika seseorang pernah mengambil harta atau merampas hak orang lain, harta dan hak saudaranya tersebut harus dikembalikan. Jika pernah menzalimi orang lain, harus memohon agar dibebaskan. Demikian juga, jika seorang Muslim pernah menggunjing Muslim lainnya, harus meminta dihalalkan dari ghibahnya.

Sungguh, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk bertobat dari segala bentuk dosa. Memohon ampunan atas semua kesalahan yang pernah dilakukan. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya….” (QS at-Tahrim: 8). Dalam ayat ini, Allah SWT menyebutkan taubatan nasuhaa yang artinya, menurut Ibnu Katsir, adalah tobat yang jujur, yang didasari atas tekad yang kuat, yang menghapus kejelekan-kejelekan pada masa lalu.

Sebagai orang yang beriman, sudah seharusnya kita memohon ampun atas semua kekhilafan. Jangan biarkan diri kita bergelimang dengan dosa. Istiqamahlah untuk mengisi waktu dengan selalu memohon ampun kepada Allah SWT.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Hai orang-orang yang beriman bertobatlah kalian kepada Allah dan memohon ampunlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR Muslim).

Bertobatlah agar kita mendapatkan rahmat Allah. Allah SWT berfirman: “Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS an-Nur: 31). Wallahu a’lam.

Tags:
Donation Confirmation
en_USEnglish
id_IDBahasa Indonesia en_USEnglish