TETAP BERKARYA DI USIA SENJA

BANDUNG. Usia bukanlah halangan jika sudah ada keinginan yang kuat, keinginan untuk hidup mandiri tanpa berharap belas kasihan dari orang lain. Itulah yang diajarkan Umeun (80), saat ditemui di Kampung Kebon Cau, Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Senin (24/1). Ia masih mempunyai keinginan untuk hidup dengan penghasilan sendiri.

Perempuan yang akrab dipanggil Mak Umeun ini sadar betul, dirinya bukanlah istri dari seorang veteran yang mempunyai tunjangan pension setiap bulan. Di usianya yang sudah senja, Umen sudah 6 bulan bergabung dengan program Kelompok Potensi Lokal “Sawargi”. Setiap hari Umeun bertugas mengupas singkong dan pisang untuk dijadikan berbagai macam makanan ringan yang menjadi andalan kelompok Sawargi ini.

Bersama lima peserta lain yang jauh lebih muda, Umeun nampak cekatan dalam mengerjakan tugasnya. Sebelum ini tidak banyak aktivitas yang dilakukan Umeun, kecuali menjadi buruh tani di ladang milik orang lain. Meski sudah mempunyai cicit, ia tidak serta merta mengandalkan pemberian dari anak cucunya. Bukannya mereka tidak peduli tapi Umeun sendiri yang tidak nyaman jika hanya menerima pemberian tanpa kerja keras. “Selama masih bisa bekerja kenapa harus meminta,” ujarnya dalam bahasa Sunda.

Penghasilan mak Umen tidaklah besar, tapi ia merasa cukup dengan apa yang didapatnya dengan mengupas bahan keripik. “Alhamdulillah kalau untuk sendiri sudah cukup,” ujar Umeun. Ini juga diamini oleh peserta lainnya. Pendapatan selama bergabung di Sawargi bisa menutupi kebutuhan keluarga selain menambah aktivitas baru. Dalam satu bulan tidak kurang dari 200 kwintal singkong dan 100 kwintal pisang muda diproduksi oleh kelompok Sawargi ini. Hasil olahannya dijual ke warung-warung perkampungan dan pasar Cisarua. Kelompok Sawargi mendapat laba rata-rata 600ribu -1 juta perbulannya. Naik turunnya omset disebabkan bahan baku masih terbatas.

Menurut Amah (50), kordinator kelompok Sawargi, dalam waktu dekat akan dikembangkan pula jenis olahan lainnya dari bahan baku sayuran, seperti jamur. Mereka juga akan memperluas jangkauan pasar dan pengemasan produk lebih menarik. “Semoga dapat menambah aktivitas dan penghasilan ibu-ibu di daerah sini” kata Amah. “Selain itu dengan adanya Sawargi, ibu-ibu di sini jadi sering ketemu dan bersilaturahmi,” tambahnya.

Kelompok Potensi Lokal Sawargi pertama kali digagas oleh Rumah Zakat bekerjasama dengan bank bjb di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Tidak hanya memberikan modal bank bjb juga memberikan pembinaan melalui Member Relationship Officer Rumah Zakat. Sudah ada 5 kelompok potensi lokal yang digarap di Kabupaten Bandung Barat, mulai dari makan ringan, kue hingga peternakan kelinci.***
Newsroom/Yudi Juliana
Bandung

Tags :
Donation Confirmation