TIPS KEMBALIKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK SETELAH DIBULLY

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

mom-ini-tips-kembalikan-rasa-percaya-diri-anak-setelah-dibullyPenelitian terbaru akhir-akhir ini menemukan jika lebih dari 3,2 juta anak di dunia menjadi korban bully teman-teman atau lingkungan sekitarnya setiap tahunnya. Yang membuat lebih sedih lagi, bullying tak hanya terjadi di lingkungan keluarga, sekolah atau tempat tinggal tetapi juga di media sosial (dunia maya). Akibat bullying, tidak sedikit anak-anak kehilangan rasa percaya dirinya, menjadi anak yang pendiam, pemurung bahkan menjadi anak yang nekat mengakhiri hidupnya.

Sebagai orang tua, kita semua disarankan agar senantiasa ada buat anak-anak kita. Para ahli juga menyarankan agar kita bisa mendeteksi perubahan yang terjadi pada anak akibat bullying, memberikan perlindungan terbaik buat mereka dan mengembalikan kepercayaan dirinya yang telah hilang.

Memang, untuk mengembalikan rasa percaya diri anak setelah menjadi korban bullying tidaklah mudah. Namun jangan khawatir, selama kita bisa menjadi orang tua yang selalu ada buat mereka, menjadi orang tua yang mau menjadi sahabat buat mereka dan menjadi tempat mencurahkan segala suka dukanya, anak akan merasa lebih tenang dan nyaman. Lantas, bagaimana langkah untuk mengembalikan rasa percaya diri anak setelah dibully? Berikut tipsnya

  1. Kenali Tanda Mengalami Bullying

Tips pertama buat setiap orang tua adalah mengenali tanda bahwa anak mengalami bullying. Umumnya, anak yang mengalami bullying akan cenderung lebih pendiam, merasa cemas, mudah takut, tidak seceria dulu lagi, berbicara seperlunya dan tertutup. Tidak jarang mereka akan menangis tanpa sebab yang jelas. Penting bagi orang tua untuk mengenali dan mengetahui tanda ini. Selanjutnya, tugas orang tua adalah menenangkan anak.

  1. Beri Nasehat dan Dukungan yang Menenangkan Anak

Pastikan untuk memahami apa bullying terlebih dulu. Cari tahu juga kenapa anak bisa menjadi korban bullying. Ketika telah menemukan alasan anak dibully, cari solusi terbaiknya. Beri dukungan dan nasehat pada anak bahwa ia akan baik-baik saja. Penting bagi orang tua untuk selalu ada buat anak-anak dan menjamin bahwa mereka aman. Bicaralah baik-baik kepada anak bahwa ia tak akan menjadi korban bullying lagi dan yakinkan bahwa anak adalah anak yang kuat.

  1. Ajak Anak Bersabar dan Tidak Membalas Bullying yang Dialami

Ajaklah anak untuk selalu bersabar dan menjadi pribadi yang rendah hati. Jangan mengajarkan anak agar membalas bullying yang dilakukan teman-temannya. Ajak anak berbesar hati untuk menjadi anak tangguh, murah senyum dan kebal terhadap bullying. Semakin kebal anak terhadap bullying, semakin sedikit risikonya untuk kembali dibully oleh teman-temannya.

  1. Laporkan Bullying Kepada Pihak Berwenang

Ketika anak mengalami bullying di sekolah, laporkan perbuatan tidak menyenangkan ini kepada pihak sekolah baik itu guru atau kepala sekolah. Jika bullying terjadi di lingkungan sekitar, laporkan hal ini kepada orang tua pembully atau ketua lingkungan sekitar dan temukan penyelesaian masalahnya bersama. Sebagai orang tua, terkadang kita perlu tegas untuk mendapatkan keadilan dan keamanan untuk anak serta keluarga kita. Bicarakan kasus bullying dengan pelaku dan korban lalu berikan pemahaman pada mereka bahwa bullying adalah perbuatan yang tidak baik.

  1. Hindari Memindahkan Anak dari Sekolah Lama

Usahakan untuk menghindari keputusan memindahkan anak dari sekolah lama di mana ia menjadi korban bullying ke sekolah baru atau bahkan ke sekolah home schoolling. Memindah anak sama saja membuat anak lari dari masalahnya dan membuatnya menjadi anak yang mungkin saja bisa lebih manja. Tugas orang tua adalah memastikan anak tidak lagi menjadi korban bullying di sekolahnya dan dia aman. Penting bagi orang tua untuk selalu memantau dan menjaga anak baik di rumah, di sekolah atau lingkungan sekitar.

  1. Bangun Komunikasi Baik dengan Anak

Dikutip dari laman asiantown.net, ketika anak menjadi korban bullying, tugas orang tua adalah membangun komunikasi yang baik dengan mereka. Ajak anak melakukan berbagai aktivitas positif mulai dari aktivitas pengembangan diri, olahraga, menemukan teman baru, menghadiri acara keluarga dan hal lain yang disukainya. Arahkan anak untuk mengeluarkan bakat dan kreativitas yang terpendam dalam dirinya. Beri pujian dan sanjungan secukupnya ketika anak mendulang prestasi dan hindari memberi hukuman jika anak berbuat salah.

 

Sumber: Vemale.com

 

Tags :
Donation Confirmation