URBAN FARMING DI YOGYAKARTA

RZ_urban farming jogjaYOGYAKARTA. Gerakan Berkebun yang tujuan awalnya hanya untuk hiasan sekarang mulai kearah pemenuhan kebutuhan pangan. Salah satu kebutuhan pangan yang sedang menjadi primadona yaitu sayuran. Di kota sayuran segar dan sehat tentu sangat diidam-idamkan. Melihat rumah dengan pekarangan sempit atau bahkan tidak ada sisa tanah untuk dijadikan lahan pekarangan tentu akan dengan mudah kita temukan di kota-kota besar. Namun, kadang manusia tidak tahu dan bahkan mungkin tidak mau tahu akan hal tersebut. Padahal, lahan sekecilpun bahkan hanya tembok pun masih bisa dimanfaatkan, misalnya berkebun dengan sistem verkultur.

Gerakan berkebun mulai tren di perkotaan, salah satunya di RW 1, Tegalpanggung Danurejan Yogyakarta yang merupakan salah satu wilayah Integrated Community Development binaan Rumah Zakat. Program ini berjalan atas ide dan inisiatif dari ibu-ibu yang berkabung dalam ibu-ibu PKK RW 1 yang ingin dan tertarik untuk berkebun sayur disekitar mereka, karena selain mengurangi beban belanja juga merasa bangga karena tanaman sayur konsumsi merupakan hasil menanam sendiri.

Disini Rumah Zakat menfasilitasi berupa pelatihan dan bantuan sebagian sarana. Ibu-ibu pun pertama kali beriuran untuk membeli bibit,pupuk dan pot. Tentunya jumlah iurannya tidak begitu besar, namun semangat mereka untuk terwujud program ini sangat luar biasa. Untuk itu kita pun mulai member pelatihan dan kita juga membantu pembuatan green house dengan sebagian pekerjaan dikerjakan bersama-sama. Peserta sementara dibuat 1 kelompok inti yang terdiri dari 14 orang yang diketuai oleh Listyono. Pelatihan sudah dilakukan 2 kali ,pertama pengenalan Urban Farming dan penaman dengan beberapa metode. Pertemuan kedua dilanjutkan dengan praktik pembuatan pot vertikultur dari peralon dan botol dengan berbagai variasi dan pemanfaatan barang-barang bekas lainnya serta sistem menanam sayuran secara sederhana.***

Newsroom/ Yudiyanto
Yogyakarta

Tags :
Donation Confirmation