WATU PAYUNG RAIH JUARA 2 NASIONAL LOMBA WANA LESTARI 2019

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

JAKARTA, Jum’at (16/08). Desa Berdaya Girisuko adalah salah satu Desa Berdaya Rumah Zakat di Kec. Panggang, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Seperti kebanyakan tempat di Gunung Kidul yang memiliki pemandangan indah dan banyak dijadikan destinasi wisata, Desa Girisuko juga memiliki pemandangan alam yang sangat eksotis dan menakjubkan, dari potensi inilah warga lokal setempat menjadikannya destinasi wisata sejak 3 tahun lalu yang dinamakan Watu Payung.

Di Watu payung pemandangan alam perbukitan Sewu dengan sungai Oya yang melintang membatasi antara Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul akan terlihat. Watu Payung juga menawarkan pemandangan sunset dan sunrise yang sangat mempesona. Tahun 2017 bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) didampingi Iwan Saputra selaku Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat, bekerjasama dengan Komunitas Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengembangkan Watu Payung menjadi destinasi yang tidak hanya bisa di kunjungi warga lokal Girisuko saja, melainkan juga wisatawan lainnya dari luar Girisuko.

Di momentum kemerdekaan tahun ini, Watu Payung mendapatkan penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan meyabet juara 2 Nasional Wana Lestari 2019. Penghargaan diberikan di Gedung Manggala Wana Bhakti oleh Bambang Hendroyono selaku sekjen KLHK dan diterima langsung oleh Iwan Saputra.

Dipilihnya Watu Payungkarena memenuhi aspek yang menjadi kategori perlombaan Wana Lestari. “Lomba Wana Lestari ini terkait dengan 3 hal yaitu mengenai pengelolaan Hutan Negara mencakup pengelolaan Kawasan Hutan, Kelmbagaan dan usaha yang dilakukan oleh kelompok dan komunitas”, ujar Iwan.

“Alhamdulillaah atas semua nikmat yang banyak dan tak terhitung yang di berikan Allah, terutama untuk kami binaan Rumah Zakat dalam mengembangkan Wisata Alam Geoforest Watu Payung. Di ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini lolos dalam revalidasi Geopark Unesco dan tetap berhak menyandang Geoforest GGE UNESCO serta Juara 2 nasional Lomba Wana Lestari. Pencapaian yang membahagiakan namun menjadikan tantangan untuk mampu menjaga dan mempertahankan. Semoga akan membawa kebaikan untuk umat dan nama baik bangsa. Semoga menjadikan lebih baik dan  membawa kebaikan dunia akherat”, ujar Iwan menambahkan.

Newsroom

Lailatul Istiqomah | Hanaa Afifah

Tags :
Donation Confirmation