WORLD ZAKAT FORUM: TINGKATKAN KESEJAHTERAAN UMMAT

Sorry, this entry is only available in English. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

BANDUNG. 5 – 6 Desember 2018 lalu, Konferensi Internasional World Zakat Forum dilaksanakan di Melaka, Malaysia. Rumah Zakat adalah salah satu lembaga Zakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam konferensi ini berbagai topik kontemporer dan terkini tentang perkembangan zakat global dibahas seperti (i) Zakat dan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan); (ii) Kerjasama Zakat antar Negara; (iii) Memperkuat Peran Forum Zakat Dunia; dan (iv) Good Amil Governance dan Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Lembaga Zakat. Konferensi tersebut juga mencatat peran zakat yang semakin meningkat dalam menyelesaikan kemiskinan global dan ketidaksetaraan, dan mengusulkan pendekatan baru dengan menggunakan pilar ketiga Islam.

Berdasarkan diskusi yang dilaksanakan semalam dua hari, WZF memutuskan hal – hal sebagai berikut:

  1. Filosofi dan nilai-nilai inti dari zakat harus benar-benar diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
  2. Zakat harus dianggap sebagai sumber keuangan pelengkap dalam pencapaian SDGs.
  3. Peran zakat dalam memerangi kemiskinan dan memajukan inklusi sosial harus dipromosikan.
  4. WZF menyerukan kepada semua anggotanya untuk mengadopsi zakat sebagai instrumen kebijakan penting dalam pembangunan sosio-ekonomi di negara mereka masing-masing.
  5. WZF mendesak semua anggota untuk mengadopsi:
  6. a) “Zakat Core Principles (ZCP)” untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.
  7. b) Prinsip-prinsip “Manajemen Risiko pada Lembaga Zakat (RMZI)”.
  8. c) Prinsip-prinsip “Good Amil Governance on Zakat Management (GAGZM)”.
  9. Semua Anggota WZF wajib transparan dan bertanggung jawab dalam menerbitkan laporan mereka kepada publik.
  10. Kerjasama dan jaringan yang lebih kuat di antara anggota WZF sangat dianjurkan.
  11. Memperkuat kapasitas Organisasi Manajemen Zakat (ZMO) di negara-negara minoritas Muslim sangat dianjurkan.
  12. Para anggota WZF menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah di Indonesia, dan welas asih kepada para korban konflik sosial seperti Rohingya, Palestina, dan komunitas serupa lainnya di dunia. WZF menyerukan tindakan kolektif untuk memulihkan dan merehabilitasi orang-orang yang terkena dampak.
  13. Konferensi menyerukan semua negara Muslim, termasuk anggota OKI, dan organisasi zakat di negara-negara minoritas Muslim untuk bergabung dengan WZF.
  14. WZF menegaskan kembali kesediaannya untuk bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam memberantas kemiskinan melalui pembiayaan campuran zakat dan sumbangan dari negara-negara berkembang.

Dalam konferensi ini Rumah zakat juga tampil sebagai salah satu pengisi acara dengan membawakan presentasi mengenai Desa berdaya yang merupakan program pemberdayaan desa dari pengelolaan dana zakat infak dan sedekah.

Selain itu  Rumah Zakat juga mendapatkan apresiasi dari Chief Minister of Melaka dan Sekjen of World Zakat Forum.

Penghargaan diterima langsung oleh CEO Rumah Zakat Nur Efendi di World Zakat Forum International Conference 2018.

“Pencapaian Rumah Zakat tidak lepas dari kerja sama dengan seluruh pihak yang terkait. Terimakasih untuk kepercayaannya sahabat kepada kami dalam mengelola amanah untuk memberdayakan umat bersama Rumah Zakat” ujar Nur Efendi.

Newsroom

Lailatul Istikhomah

Tags :
Donation Confirmation