YESI FITRIANI PILIH MENGAJAR DI SEKOLAH JUARA

PEKANBARU. Setiap anak punya kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Termasuk mereka yang dari golongan ekonomi kurang mampu. Maklum dalam keterbatasan itu, tetap ada diantara mereka yang memiliki potensi yang cemerlang di masa mendatang. Hal itu yang kemudian membuat sosok Good Citizen kali ini ingin mendedikasikan diri untuk pelajar kurang mampu. Lewat mengajar di Sekolah Juara, ia menunjukkan kesungguhannya sebagai seorang guru.

Sekolah Juara merupakan program yang digagas Yayasan Rumah Zakat. Sekolah sederhana itu menjadi tempat bagi anak usia sekolah untuk memperoleh pendidikan dasar. “Kami bersama memberikan kesempatan pada mereka yang ingin sekolah dan belajar. Namun mungkin tidak memiliki biaya,” ulas wanita bernama lengkap Yesi Fitriani, Wanita yang akrab disapa Yesi ini sebenarnya bukanlah berasal dari seorang yang menempuh pendidikan guru. Namun tekad mengabdikan diri sebagai guru membuatnya kini menjadi pengajar di sekolah bagi siswa kurang mampu.

Bahkan kala hendak bergabung di Sekolah Juara, Alumnus Pertanian Universitas Riau ini belum mengetahui tentang Sekolah Juara. Tapi setelah mendapat penjelasan bahwa Sekolah Juara didirikan bagi siswa yang berhak menerima zakat, maka ia pun langsung menyanggupi untuk mengajar.

Maka sejak tahun 2008, wanita yang lahir di Pekanbaru pada 19 Maret 1985 ini pun siap menjalankan tugasnya. Wanita berkerudung itu mulai mengajar di sebuah kelas sederhana. Berlokasi di Jalan Taman Sari Pekanbaru, Bangunan MDA (pusat belajar ngaji) dengan 4 ruang menjadi  tempat belajar. Kesehajaan itu tak lantas membuat para siswa kehilangan semangat.

Malah setelah hampir sebulan sebelum tahun ajaran baru, cukup banyak siswa kurang mampu yang hendak menempuh pendidikan di Sekolah Juara. Kelas pertama diisi oleh 25 siswa kelas 1, 8 siswa Kelas 2 dan 15 siswa kelas 3. Mayoritas siswa berasal dari wilayah pembinaan Rumah Zakat. “Mereka begitu antusias. Bahkan banyak masyarakat yang hendak mendaftarkan anaknya. Maklum sekolah tidak dipungut biaya,” jelas Yesi.

Demi kenyamanan siswa, kini Sekolah Juara pun berpindah ke kawasan Jalan  Wonosari, Pekanbaru. Masih bertempat di bangunan MDA, tapi kali ini terdapat 7 ruangan yang lebih memadai aktifitas sekolah. Tak hanya para siswa makin bersemangat sebab mereka sudah memiliki kelas masing-masing. Tapi juga 12 rekan Yesi lainnya yang juga aktif mengelola sekolah yang berdiri sejak Juli 2008.

Selama bertugas, Yesi mengaku banyak hal yang membuatnya tetap bertahan untuk menjadi pengajar. Satu diantaranya adalah semangat para siswa Sekolah Juara untuk maju. Apalagi di sekolah mereka tak hanya berkutat seputar pelajaran atau akademik. Tapi mereka juga punya memiliki aktifitas positif lainnya. Sehingga bisa mengembangkan potensinya. Semua siswa aktif dalam kegiatan ekstra seperti English Club, Olimpiade Sains, Komputer, seni, sastra, dan musik.

“Kami memang sengaja berikan semua siswa sebuah wadah untuk berkreasi,” ujar wanita yang aktif di Organisasi Silaruhami Muslimah Pekanbaru khusus pengurusan Kecamatan Tenayan Raya.

Semua itu lantas membuat siswa Sekolah Juara pun menunjukkan aksinya di sejumlah lomba akademik. Seperti mewakili Sekolah Juara di suatu ajang lomba, bahkan sempat mengalahkan utusan SD pemerintah di Pekanbaru. Semangat itulah yang kini mengalir di tubuh Yesi. Bahkan semangat itu terus disalurkan pada semua siswanya. Oleh sebab itu, ia berharap agar para siswa bisa memperoleh lokasi belajar yang lebih layak. Sehingga siswa Sekolah Juara bisa belajar di lokas yang lebih baik.

Pada kesempatan itu, anak kedua dari empat bersaudara ini juga berharap pada orangtua atau keluarga yang berasal dari ekonomi kurang mampu.”Sebaiknya jangan melupakan pendidikan. Tetap beri mereka kesempatan untuk sekolah, mungkin saja mereka memiliki potensi luar biasa dalam dirinya,” tutupnya.***

Newsroom/tribunnews.com
Pekanbaru

Sumber http://pekanbaru.tribunnews.com/2013/03/03/yesi-fitriani-pilih-mengajar-di-sekolah-juara

Tribun Pekanbaru – Minggu, 3 Maret 2013 09:55 WIB

Tags :
Donation Confirmation