ENZIM PENYUCIAN DALAM BERQURBAN

Hidup untuk makan atau makan untuk hidup? Jawaban ini terasa klise dan klasik. Rata-rata orang memilih yang kedua walaupun mungkin kita perlu merenung jangan-jangan kita malu untuk mengaku memilih yang pertama. Usia kita selain urusan takdir Allah juga terkait dengan pola makan. Buku The Miracle of Enzyme, tulisan Dr. Hiromi Shinya betul-betul membuka mata betapa banyak yang tidak kita ketahui tentang diri kita.

Luar biasa, enzim telah mampu menjadi kunci penjaga kesehatan badan kita, ternyata Allah juga menciptakan momentum untuk menyembuhkan dosa-dosa kita. Ada Ramadhan yang 3 fase sepuluh harinya mampu memberikan ampunan bahkan menjauhkan dari neraka. Ada wudhu yang airnya mampu menggugurkan dosa, ada tahajud yang menaikkan derajat dan menolong masuk surga, dan banyak amalan lainnya yang seakan menjadi enzim yang menjaga, menyempurnakan juga melawan noda kemaksiatan.

Satu lagi enzim penyucian juga Allah hadirkan dalam syariat Idul Adha. Kehadirannya tak hanya mampu membersihkan nafsu kebinatangan kita namun juga mampu memberikan efek pembinaan bagi masyarakat. Jangan biarkan mereka yang fakir menjadi kafir karena ketidakmampuan kita menjaga keamanan perutnya.

 

Tags :
Konfirmasi Donasi