EVALUASI DAN REFLEKSI PERKEMBANGAN LEMBAGA

Oleh:

Virda Dimas Ekaputra

CEO Rumah Zakat Indonesia

Rakernas (Rapat Kerja Nasional) tahun lalu segenap amil Rumah Zakat Indonesia (RZI) dengan penuh semangat memekikan ”Spirit 2008: Fokus pada Pencapaian, Sukseskan Market Leader”. Hal ini merupakan representasi target di tahun 2008 dengan format baru dibandingkan target lembaga sejak pendiriannya di 1998 hingga 2007. Target kali ini tidak hanya bicara tentang dana penghimpunan, melainkan juga pencapaian pemberdayaan dengan orientasi untuk mentransformasi mustahik menjadi muzakki. Maka angka ’cantik’ 100 Milyar pencapaian dan 1.000 keluarga sejahtera pun menjadi spirit kinerja sepanjang tahun.

Target penghimpunan memang terkesan spektakuler mengingat nominal dana semakin besar disertai target pertumbuhan yang above average. Tapi perspektif yang dibangun adalah perspektif tantangan yang harus kita pecahkan, dengan slogan penyemangat: ’Target tidak mesti masuk akal, yang penting langkah untuk mencapai targetnya yang harus masuk akal’. Slogan ini dirasa ampuh, terbukti dengan penerimaan dana Rumah Zakat sejak berdiri memang mengalami pertumbuhan yang signifikan, tahun 2003-2007 rata rata pertumbuhan dana sebesar 87%.

Semangat mencapai target penghimpunan ini pun dilandasi oleh semangat untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Maka wajar jika para amil di Direktorat Program punya motto: ’Dana Milyaran Penyaluran Tepat Sasaran’. Karena RZI sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tengah memasuki medan perjuangan yang sangat menantang. Pantas saja jika amilin digelari panggilan khusus oleh Allah, tidak sebagai mujahid melainkan seorang mughazin. Sebuah gelar penghargaan bagi amil zakat, dengan bukti keberhasilan perjuangannya terhampar dalam konteks realisasi dan implementasi.

Masalah-masalah klasik yang muncul dalam merencanakan dan merealisasikan diantaranya adalah karena ketidak-konsistenan dengan rencana, rencana dan implementasi tidak bergerak sejalan, atau minimal kesenjangan antara jadwal dan aktualiasi. Hal klasik lainnya adalah tentang rencana yang memerlukan support sumber daya lain semisal dana yang ternyata tidak termuat dalam anggaran belanja. Hmmm … semua menjadi indikasi dari lack on preparation (lemahnya perencanaan, red.).

Pembelajaran-pembelajaran di atas bagi saya menjadi bahan evaluasi dan refleksi yang mendalam untuk tahun tahun berikutnya. Kita harus semakin terlatih dalam setiap tantangan yang berulang, misalnya saja jika dulu satu detik kita bisa memukul satu kali, maka kali ini kita harus bisa mukul dalam satu detik 4-5 kali. Tentu ini bisa karena latihan yang berulang dan mengevaluasi titik sasaran dengan meningkatkan kecepatan.

Satu hal yang juga menarik, tahun ini merupakan tahun dimana berakhirnya RJPP (rencana kerja 10 tahunan) tahap pertama. Tentu suksesnya pencapaian 2008 menjadi salah satu penentu pencapaian rencana kerja 10 tahun pertama, yang menjadi fondasi bagi pembuatan rencana kerja jangka panjang berikutnya.

Sobat Zakat, dengan segala kekurangan dan kelebihan kami tahun 2008 ini Alhamdulillah penghimpunan dana mencapai 72 M, atau 72 % dari target dengan growth sebesar 45% dibandingkan dengan tahun 2007. Selain itu 35 ICD (Integrated Community Centre) dengan jumlah mustahik binaan sebanyak 4.062 keluarga dapat terealisasi. Goals tentang mustahik menjadi muzzaki pun mencatatkan 169 keluarga mandiri dengan standar nisab zakat, serta 278 dengan standar KHL (Kebutuhan Hidup Layak).

Sobat Zakat, inilah hasil sinergi kita tahun ini; termasuk juga 7 RBG berdiri, 4 Sekolah Juara, 18 Lembaga Keuangan Mikro, 4 ICD Centre serta layanan dan program reguler lainnya. Semoga  evaluasi dan refleksi pribadi dan kelembagaan serta rencana kerja yang akan direalisasikan bisa semakin mencerdaskan kita untuk lebih terampil lagi dalam mengaktualisasikan rencana kerja tahun 2009.

Setiap kita harus yakin bahwa kita memiliki banyak keunggulan serta berpandangan bahwa keunggulan-keunggulan itu belum teroptimalisasi dengan baik. Maka marilah kita sambut tahun 2009 dengan semangat pengabdian yang semakin tinggi: ”Optimalisasi Keunggulan untuk Kinerja Produktif, dengan target 136 M penghimpunan dan 1300 mustahik mandiri pada tahun 2009”. Salam perubahan, bisa… bisa… bisa… harus bisa!***

 

 

Tags :
Konfirmasi Donasi