FAHIRA IDRIS, SAYA INGIN MASYARAKAT INDONESIA BERKARAKTER DAMAI

JAKARTA. Menjelang akhir tahun lalu, postingnya di akun twitter selalu bertema kedamaian membuat Fahira Idris, Ketua Gerakan Masyarakat Cinta Damai (Gema Damai) ini terpilih sebagai tweeps yang paling menginspirasi pengguna lainnya dari sebuah poll bertajuk The Most Inspiring Twitter  2010 yang digelar oleh Tony Hastings, pemilik The Top 10 Blog.

Karena aktivitasnya yang menginspirasi, Rumah Lentera berkunjung ke markas Rumah DAMAI Indonesia, Jalan H.Sa’abun No. 20, Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, untuk berbincang santai tentang aktivitas Fahira, Rabu (19/1). Dengan lugas Fahira menjawab semua pertanyaan Rumah Lentera dan kadang diselingi canda tawa.

Mbak Fahira selamat ya atas terpilihnya @fahiraidris sebagai The Most Inspiring Twitter. Bisa diceritakan Mbak gimana awalnya Mbak Fahira bisa nge-twit seperti itu?
Sebenarnya saya di twitter belum terlalu lama, sekitar setahun saya tidak mengerti “apa sih itu twitter”. Ternyata twitter itu sangat banyak manfaatnya. Kami bisa dapat informasi realtime bahkan lebih cepat dari informasi manapun. Kedua, saya melihat begitu banyak pakar dan profesional yang sharing ilmunya. Awalnya saya hanya pasif, tapi tidak enak juga kalau tidak berbagi dengan yang lain.

Awal 2010 saya mulai sharing tentang kehidupan dan agama, dan hadist. Intinya saya share agama Islam dan pernak pernik kehidupan. Kemudian Tony Hastings yang dari Inggris itu pas lagi bikin polling mengenai the twitter inspiratif, itu ada 16 nominasi dari Inggris, Amerika, India, Filipina, Sinagpura, Malaysia dan Indonesia. Peserta yang lain sebenarnya aktivis dan handal dibidang masing-masing. Topik yang saya usung itu tentang perdamaian dan anti kekerasan. Mungkin itu yang membuat saya terpilih.

Kesan setelah bertemu dengan Habib Rezieq?
Selama ini orang-orang membayangkan Habib Rizieq itu menakutkan, sangar. Mungkin karena saya perempuan, pas menemui saya beliau ditemani istrinya. Menurut saya Habib itu, gerakannya diawali dari keresahan tentang lemahnya fungsi aparat yang ada di Indonesia. Kalau melihat ada kemungkaran kok nggak ditindak sih. Akhirnya mereka berinisiatif untuk bergerak. Mereka kini cukup positif, kemarin pas milad FPI Gubernur DKI dan Kapolda datang. Ini bukti mereka sudah bekerjasama. Mereka sudah komit bahwa tindakannya sudah menjadi tugas kepolisian. Mereka (FPI) sudah tidak akan lagi terjun langsung mencegah kemungkaran dengan merusak fasilitas. Kalau demonstrasi masih boleh lah.

Kabarnya, Mbak Fahira pingsan saat dialog dengan Habib Riziek?
Ha…ha..ha.. (tertawa lepas) lucu banget, tapi saya pingsannya sopan lho. Memang sehari sebelum ketemu dengan Habis Riziek itu saya sudah sakit, kemudian besok paginya saya lupa makan. Ruangannya agak kecil tapi anginnya terlalu besar, (mungkin) orang-orang berfikir “jangan-jangan aku diapa-apakan oleh Habib” Padahal enggak sama sekali. Saya murni sakit, nah pada saat itu saya minta ijin untuk ke toilet, kemudian saya keluar dari ruangan, lah pas di pintu saya langsung pingsan. Habib dan istrinya tidak tahu kalau saya pingsan, yang tahu adalah para wartawan yang ada di belakang. Nah setelah saya minum teh, saya seger lagi dan masuk lagi dan minta tolong ke Habib supaya jangan ada lagi sweeping.

Mbak Fahira kan pendiri Gerakan Masyarakat Cinta Damai. Boleh diceritakan apa saja kegiatannya dan tujuan yang ingin dicapai?
Kami ingin menjadi donor darah sebagai gaya hidup. Donor darah yang dibutuhkan di Indonesia itu 5juta kantong per tahun, tapi yang sudah terkumpul oleh pendonor yang sudah langganan baru sekamir 1,2juta kantong. Selain itu kegiatan yang kami lakukan adalah forum diskusi rutin. Biasanya kami mengundang pakar-pakar. Pernah kami mengundang Mashadi yang waktu itu terlibat tsunami. Kami juga mengadakan pelatihan blog damai untuk menginspirasi masyarakat, dan pelatihan menata hati. Fokus kami pada ketua-ketua karang taruna di daerah. kami akan tatar mereka agar pada saat mereka selesai mengikuti pelatihan Gemadamai mereka bisa menjadi agen atau virus penyebar kedamaian. Ada juga kegiatan sport for peace, olah raga kedamaian, olahraga menembak, footsal dan sebagainya. Nantinya kami buat youth peace camp dan untuk jangka panjangnya kami akan buat Institut Perdamaian. Jadi konsern kami lebih pada membentuk karakter bangsa yang mau mengedepankan perdamian dalam menyelesaikan konflik. Visi kami adalah Indonesia sejahtera bersatu dalam damai dan perbedaan.

Saat ini kan Mbak Fahira pimpinan perkumpulan Saudagar Muda Minangkabau Indonesia. Boleh tahu nggak Mbak apa saja kegiatan perkumpulan tersebut serta apa tujuan dari didirikannya?
Sekitar tahun 2006-2007 ada forum silaturahmi Saudagar Minang salah satu pendirinya ayah saya juga itu mengadakan event “Barale Gadang” (pulang kampung). Kami mengundang orang Minang yang ada di seluruh Indonesia dan seluruh dunia agar kembali ke kampung untuk menyadarkan mereka bahwa sebagai orang Minang harus mempunyai sumbangsih juga untuk tanah air dan tanah kelahiran. Pada tahun 2007 ada inisiatif dari pemuda pemudinya untuk membuat organisasi kewirausahaan yang didirikan oleh pemuda-pemudi karena selama ini organisasi minang ini dipimpin oleh senior-senior misalnya Azwar Anas dsb. Jadi kami sebagai inisiator organisasi pemuda yang ada di Minang. Bagaimana orang yang punya bakat talenta dan diberi kelebihan rezeki untuk memberikan sumbangsihnya ke tanah kelahiran. Dengan itu kami bisa membangun perekonomian bangsa. Kalau semua orang hebat hanya terkumpul di pusat dan hanya mengembangkan diri sendiri maka akan terjadi ketimpangan.

Kalau untuk kegiatan sosial?
Kegiatannya selain santunan anak-anak yatim juga untuk bencana, yang paling lama yang saya datangi itu gempa Padang. Setiap ada gempa saya pasti terlibat tapi kalau yang jauh-jauh banget kayak Wasior saya biasanya kirim barang dan volunteer ke sana. Waktu bencana Jogja saya juga datang. Biasanya kami mengumpulkan bantuan-bantuan dan menyalurkan langsung ke penduduk karena di Indonesia ini saya lihat mekanisme pendistribusian sangat lemah sehingga saya langsung turun ke lapangan. Saya tidak mau menggunakan sistem penitipan, kami lebih prefer mengirim bantuan ke daerah bencana langsung. Pernah waktu itu kami kesulitan distribusi sehingga harus pake armada motor sampai sepeda.

Mbak Fahira, pernah mendengar mengenai Rumah Zakat dan kegiatan-kegiatannya? Bagaimana menurut Mbak?
Ini luar bisa sekali yah, walaupun di pemerintahan sudah ada anggarannya untuk bantuan. Tapi yang saya lihat menonjol dari Rumah Zakat ini selain menyalurkan zakat juga untuk kegiatan sosialnya juga sangat menonjol dan terarah. Saya juga salut dengan program-program yang sudah terlaksana misal melalui sekolah dsb. Rumah Zakat itu menjadi inspirasi bagi pemuda-pemudi. Hal-hal baik seperti ini tidak cukup hanya dilakukan oleh Rumah Zakat tapi harus ada embrio-embrio lain yang menjadi inspirasi. Hadirnya Rumah Zakat menjadi inspirasi dan percontohan bagi aktivis-aktivis sosial di Indonesia.

Oia Mbak, Rumah Zakat memiliki gerakan sosial bernama Merangkai Senyum Indonesia yang memiliki korelasi dengan Gerakan Masyarakat Cinta Damai-nya Mbak Fahira lho. Apakah Mbak fahira dengan seluruh kegiatannya bisa bersinergi dengan Rumah Zakat?
Sangat bisa. Saya (Gema damai) sebagai organisasi masyarakat baru sangat terbuka sekali bersinergi dengan Rumah Zakat karena kami sebenarnya punya visi dan misi yang sama memberikan pengabdian ke masyarakat. Intinya saya membuka diri saya untuk bekerjasama dengan Rumah Zakat.***
Newsroom/Sucipto
Jakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi