GOOD PHILANTHROPY GOVERNANCE

DALAM dunia usaha atau korporasi, kita mengenal istilah Good Corporate Governance (GCG) ataupun Good Goverment Governance (GGG) di bidang pemerintahan, maka untuk organisasi atau lembaga nirlaba yang mengelola dana sosial kemasyarakatan berlaku apa yang disebut dengan Good Philanthropy Governance (GPG).

Istilah-istilah tersebut (good governance) menggambarkan penerapan prinsip-prinsip yang baik dalam tata kelola sebuah institusi, apakah itu berupa korporasi, pemerintahan ataupun organisasi nirlaba.

Merupakan sebuah keniscayaan bagi Rumah Zakat Indonesia, sebagai lembaga pengelola zakat, yang mengelola dana-dana dari masyarakat untuk disalurkan sesuai dengan amanah pemberinya. Juga untuk menerapkan tata kelola organisasi yang baik dalam hal ini GPG. Dalam perjalanannya, Rumah Zakat senantiasa memagari semua jenis kegiatannya dengan pembangunan sistem, baik itu berupa regulasi ataupun prosedur-prosedur agar lembaga dapat menjalankan amanah dari para stakeholder dengan tata kelola organisasi yang baik.

Mengawali fungsi kerjanya, Internal Auditor merumuskan lebih lanjut perannya dalam beberapa tingkatan:

Pertama, mitra manajemen yang dapat memberikan sumbangan pemikiran tentang pengelolaan kegiatan termasuk dalam mendeteksi risiko serta memberikan saran untuk mengatasi risiko lembaga sehingga kinerja optimal organisasi dapat terwujud.

Kedua, membantu memastikan bahwa proses manajemen risiko, lingkup pengendalian secara keseluruhan dan efektifitas kinerja dari proses usaha telah konsisten dengan ekspektasi manajemen.

Ketiga, melakukan pengawasan sistem kontrol pada semua aktivitas perusahaan dan mengupayakan peningkatan kualitas kerja.

Keempat, membantu manajemen dengan melakukan evaluasi sistem kontrol dan menunjukkan kelemahan-kelemahan kontrol internal

Kelima, mengawasi dan meningkatkan sistem internal dengan melakukan audit operasional dan audit kepatuhan.

Salah satu perangkat manajemen Rumah Zakat dalam menciptakan tata kelola organisasi yang baik adalah dengan membangun fungsi Internal Audit (IA). Hal ini berkaitan dengan penegakkan regulasi dan prosedur yang telah dibuat untuk mengelola semua kegiatan lembaga, sehingga terwujud GPG dalam penghimpunan, pengelolaan, dan penyaluran dana-dana amanah dari masya­rakat.

Output dari peran IA adalah agar manajemen dapat mengetahui kondisi proses-proses yang diimplementasikan sehingga dapat segera melakukan perbaikan-perbaikan, bahkan sampai pada level peningkatan dan pengembangan secara terus-menerus.

Meski fungsi IA masih sangat baru, namun harapan terbesarnya bahwa fungsi ini akan berperan dalam memujudkan GPG yang qualified untuk mewujudkan organisasi yang sehat dan berhasil menunaikan tugas dan fungsi yang telah dipercayakan setiap stakeholdernya.***

 

Tags :
Konfirmasi Donasi