HAGIA SOPHIA, BUKTI WARISAN KEJAYAAN ISLAM

Hagia Sophia, bangunan megah yang telah berdiri selama berabad abad adalah simbol kejayaan Byzantium.Bangunan ini disebut “The Great of Church”. Gereja yang dibangun pada tahun 360 masehi ini sebelumnya bernama Gereja Baslica. Bangunan ini sempat terbakar pada tahun 400an. Saat terjadi kebakaran, saat itu tengah terjadi pemberontakan di Konstantinopel.

Hagia Sophia berasal dari bahasa Yunani yang artinya kebijaksanaan suci. Dalam bahasa Turki disebut dengan Ayasofya. Pada masa raja Theodisius II tahun 532 masehi gereja Hagia Sophia kembali dibuka untuk ibadah. Dan tahun tersebut didaulatkan sebagai tahun berdirinya Hagia Sophia.

Hagia Sophia menjadi aset penting karena letak geografis nya yang sangat strategis, ia terletak diantara 3 Selat; Selat Bosphorus, Laut Marmara dan Selat Tanduk Emas. Hal ini melnjad salah satu alasan mengapa seluruh negeri menginginkan tanah Konstantinopel.

Masa kejayaan Hagia Sophia akhirnya berakhir saat pasukan Muhammad Al Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 29 Mei 1453. Muhammad Al Fatih segera memasuki pintu Hagia Sophia dan memerintahkan pasukannya untuk mengubah gereja menjadi Masjid. Hal ini merupakan budaya temurun Utsmaniyah atas symbol takluknya sebuah kota dimana tempat ibadah terpenting di daerah tersebut akan diubah menjadi masjid atau membangun masjid di daerah tersebut.

Muhammad Al Fatih sangat menghargai apa yang telah dibangun bangsa terdahulu. Mengikuti jejak Rasullullah SAW, Muhammad Al Fatih membiarkan ornament bunda Maria, Yesus dan ornament nasrani lainnya. Sehingga ketika kita memasuki pintu utama, kita akan disajikan ornamen İslam dan Nasrani saling berdampingan. Lukisan bunda Maria yang  menggendong bayi Yesus diapit oleh tulisan kaligrafi Allah dan Muhammad dan disekelilingnya terdapat kaligrafi Khulafaur Rasyidin dan Cucu Rasullullah; Hasan dan Husein.

Terdapat 2 lantai di dalam gereja ini, lantai pertama dijadikan sebagai tempat ibadah dan lantai kedua sebagai galeri mozaik. Jika kita memasuki ruang utama sejenaklah menengok kearah atas untuk melihat empat kubah yang baru dibuat pada masa Utsmaniyah sebagai simbol  pengubahan gereja menjadi masjid.

Untuk menuju lantai dua kita harus melalui lorong rahasia yang terbuat dari batu-batu alam. Di lantai dua ini dipenuhi dengan lukisan dan mozaik-mozaik ornamen Nasrani.

Sumber: beritaturki.com

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia