HARI ZAKAT NASIONAL “ZAKAT SEBAGAI KEKUATAN EKONOMI BANGSA”

RZ LDKO CilegonMEDAN. Potensi zakat di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun, tetapi yang terhimpun selama ini hanya sebagian kecil saja. Hal ini diungkapkan Ketua Baznas Sumut, Amansyah Nasution pada peringatan Hari Zakat Nasional yang diadakan di Aula Gedung Baznas di Jalan Rumah Sakit Haji Medan, Selasa (14/7).

Amansyah Nasution mengakui, banyaknya potensi zakat yang selama ini belum tergarap seperti badan usaha milik negara/daerah (BUMN/D), sejumlah instansi pemerintah termasuk perguruan tinggi negeri dan swasta di daerah ini.

Maka Itu, dengan mengusung tema Indonesia Berzakat ‘Zakat Sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa’ para pengiat zakat bersinergi untuk menggelar secara serentak di sejumlah kota di Indonesia pada peringatan Hari Zakat Nasional pada 27 Ramadhan yang jatuh pada tanggal 14 Juli, Salah satunya dikota Medan.

Acara tersebut diikuti dengan pemberian santuan dan buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa, turut hadir Ketua Baznas Sumut Amansyah Nasution, Sekda Provsu Hasban Ritonga, Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Waspada Hambali dan pimpinan cabang Lembaga Amil Zakat diantaranya PKPU, Rumah Zakat, Baitul Maal Hidayatullah, Ulil Albab, PZU dan Al Hijrah.

Dalam Sambutannya Hasban Ritonga mengatakan, pentingnya zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat maka itu Presiden Republik Indonesia pada 2013 lalu menetapkan tanggal 27 Ramadhan sebagai Hari Zakat Nasional.
Ia menghimbau semua pihak yang memiliki kemampuan untuk menunaikan kewajiban membayar zakat membantu mereka yang memerlukan.

Indonesia, sebagai negeri muslim terbesar di Dunia, menurut IDB & IPB berpotensi penerimaan zakat sebesar Rp217 triliun, namun baru terhimpun sebesar kurang dari Rp5 triliun pada tahun 2014. Namun dengan kondisi penghimpunan zakat yang belum optimal itupun, zakat terus berkontribusi bagi pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Untuk menguatkan penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, para penggiat zakat terus menguatkan sinergi agar menjadi Amil yang lebih profesional dan amanah.

Semua penggiat zakat terus bergairah menguatkan praktek tata kelola, Good Amil Governance, agar zakat dikelola dengan lebih transparan, akuntabel, independen, bertanggung jawab dan berkeadilan.

Kini, para penggiat zakat bersama-sama mengusung gerakan “INDONESIA BERZAKAT”, Gerakan sinergi untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih profesional dan amanah.

Sinergi ini diikuti oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Forum Zakat (FOZ) dan 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi yaitu Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, PKPU, Baitul Maal Hidayatullah, YDSF, YBM BRI, Bamuis BNI, LAZ BSM, DPU DT, LazisMu, BAZMA Pertamina, BMM Muamalat, LAZ DDII, PZU Persis dan LazisNu.

“Acara ini bertujuan membumikan zakat secara luas, sehingga zakat menjadi benar-benar dirasakan kehadirannya, bukan saja di saat lebaran, tapi juga dalam kesehariannya,” ungkap Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada Hambali diusai berbuka puasa.

Hambali juga mengharapkan dengan adanya Hari Zakat Nasioanl ini bisa mengajak masyarakat untuk berzakat melalui lembaga resmi dan mempopulerkan zakat sebagai gaya hidup.

Hari Zakat Nasional menjadi momentum penting bukan hanya bagi para pengelola zakat, namun bagi umat muslim di Indonesia. Dengan sinergi para pengelola zakat serta dukungan dari pemerintah, diharapkan Hari Zakat Nasional menjadi titik kebangkitan umat muslim dalam mewujudkan kesejahteraan.***

Sumber : http://waspada.co.id/medan/hari-zakat-nasional-zakat-sebagai-kekuatan-ekonomi-bangsa/

Tags :
Konfirmasi Donasi