HUKUM IBADAH QURBAN

Qurban adalah amalan yang dianjurkan sekali dalam
setahunseperti puasa Arafah. Artinya setiap kali datang bulan haji, maka setiap dari kita diperintahkan untuk berqurban. Bukan seperti pemahaman sebagian orang yang menganggap bahwa qurban itu dianjurkan sekali seumur hidup.

Pendapat pertama; Hukum menyembelih qurban menurut
madzhab Imam Syaf’i dan jumhur ulama adalah sunnah yang
diajurkan atau sunnah muakaddah. Ibadah Qurban adalah
termasuk syiar agama yang memupuk makna kasih sayang dan
peduli kepada sesama yang harus digalakkan.

Sunnah disini ada 2 macam:
1. Sunnah ‘Ainiyah, yaitu: Sunnah yang dilakukan oleh setiap
orang yang mampu.
2. Sunnah Kifayah, yaitu: Disunnahkan dilakukan oleh sebuah
keluarga dengan menyembelih 1 ekor atau 2 ekor atau lebih
untuk semua keluarga yang ada di dalam rumah.

Imam ibnu Hajar Alhaitami menjelaskan; Jika anggota keluarga
berbilang maka qurban adalah sunnah kifayah artinya qurban
dari salah satu anggota keluarga yang “rosyid” (memenuhi syarat
untuk qurban), sudah mencukupi untuk keluarga yang lainya
berdasar riwayat yang benar dari Abu Ayyub Alanshori RA,
“Kami menyembelih qurban 1 kambing dengan cara seorang
laki-laki menyembelih untuk dirinya sendiri dan anggota
keluarganya dan jika tidak seperti itu (yakni jika tidak berbilang
anggota keluarga atau berbilang tapi kambingnya sama dengan
bilangan anggota keluarga) maka menjadi sunnah ainiyyah.“
(tuhfah 9/345)

Pendapat kedua; Hukum qurban menurut Imam Abu Hanifah adalah wajib bagi yang mampu. Perintah qurban datang pada
tahun ke 2 (dua) Hijriyah. Adapun qurban bagi Nabi Muhammad
SAW adalah wajib, dan ini adalah hukum khusus bagi beliau. 

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia