GHIBAH LEBIH BAHAYA DARI HUTANG YANG TAK TERBAYAR - Rumah Zakat
Rumah Zakat

GHIBAH LEBIH BAHAYA DARI HUTANG YANG TAK TERBAYAR

Oleh Dian Ekawati | 1/17/2022, 9:52:09 AM | Inspirasi

facebook
facebook
facebook
facebook
tiktok
"Demi Allah, salah seorang dari kalian memakan daging bangkai ini (hingga memenuhi perutnya) lebih baik baginya daripada ia memakan daging saudaranya (yang Muslim)." (H.R. Bukhari) Sahabat Zakat, hadis di atas merupakan anjuran kepada setiap Muslim untuk tidak membicarakan aib dan kejelekan orang lain, atau yang sering disebut ghibah. Ghibah merupakan perbuatan membicarakan keburukan atau aib orang lain. Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Ketika saya dimirajkan, saya melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar wajah dan dada mereka. Saya bertanya: Siapakah mereka ini wahai Jibril? Jibril menjawab: Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan melecehkan kehormatan mereka, (HR Abu Daud 4878. Hadis shahih). Naudzubillah, begitu hina bagi seseorang yang selalu membicarakan kejelekan orang lain. Sahabat Zakat, tidak bisa dipungkiri bahwa di lingkungan sekitar kita masih saja banyak orang yang membicarakan aib dan kejelekan saudaranya tanpa merasa bersalah. Sudah sekuat tenaga kita menahan untuk membicarakan orang lain, tapi masih saja kita terpancing, sehingga larut dalam obrolannya. Lalu, bagaimana hukumnya bagi mereka yang hanya mendengarkan ghibah? Menurut beberapa pendapat, hal tersebut mendapatkan dosa yang sama seperti pelakunya. Maka dari itu, sebaiknya kita harus menghindari lingkungan yang kurang kondusif, dan memiilh pergi jika ada yang sedang membicarakan aib dan kejelekan orang lain. Atau bisa saja kita yang berinisiatif untuk memotong pembicaraan dengan mengalihkan pembicaraan ke topik lain. Dikutip dari Republika, Syekh Ali Jumah, mantan Mufti Agung Mesir dan anggota senior Dewan Ulama Mesir, mengatakan dilarang duduk bersama orang-orang yang melakukan dosa-dosa tersebut, sebagaimana dilarang bagi seseorang untuk mendengarkan pantangan dan melihat hal-hal yang buruk. Syekh Jumah mengutip pernyataan Sufyan bin Uyainah yang mengatakan sebagai berikut: الْغِيبَةُ أَشَدُّ مِنَ الدَّيْنِ، الدَّيْنُ يُقْضَى، وَالْغِيبَةُ لَا تُقْضَى “Ghibah lebih parah daripada utang. Utang bisa saja ditunaikan, tetapi ghibah tidak bisa ditunaikan (maafnya).” Maka dari itu, Komite Kajian Islam Mesir, menyarankan jika seseorang duduk di majelis dan ada banyak omong kosong, membuang-buang waktu, atau berbicara berdosa atau tidak berguna, atau bahkan berbicara fitnah dan gosip, lebih baik dia memperbanyak dzikir dan doa kafaratul majelis. Sahabat Zakat, semoga kita selalu dijauhkan dari orang-orang dan lingkungan yang senantiasa membawa dampak negatif bagi diri kita, di dunia maupun di akhirat. foto: raw pixel

Related Posts :