“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang telah melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku. Dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku,” Umar bin Khattab.

Sahabat Zakat, jika saat harapan dan doa-doa kita belum terkabul dan tidak berjalan sesuai dengan keinginan, maka bersabarlah karena Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik dari apa yang kita minta. Hal tersebut telah tercantum pada QS. Al Baqarah: 216.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah: 216).

Ketika menerima dengan lapang dan penuh keikhlasan, insya Allah kita akan mendapatkan ketenangan hati dalam hidup, tidak menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan Allah. Naudzubillahimindzalik.

Berbeda halnya dengan orang-orang yang menantang dan menolak takdir Allah. Apabila kenyataannya tidak sesuai dengan harapan, mereka akan menjadi marah, tidak menerima, bahkan hingga depresi.

Itulah pentingnya iman. Dengan mempunyai iman dan keyakinan besar kepada Allah bahwa semua garis hidup kita sudah ada yang mengatur, maka hidup akan menjadi lebih tenang dan tentram. Berdamai dengan diri sendiri, rukun dengan keluarga, akrab dengan tetangga, dan tidak pernah menyalahkan siapapun atas kejadian yang dialaminya. Ia meyakini bahwa semua yang sudah terjadi adalah ketetapan-Nya.

Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah yang tetap teguh dengan keimanan yang kita miliki sampai menutup mata nanti.