Keadaan pasien yang terpapar Covid-19 kondisinya akan memburuk apabila pasien tersebut sudah memasuki usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta atau komorbid, seperti diabetes, jantung, dan paru. Namun, taukah sahabat bahwa tidak sedikit pula kematian akibat Covid-19 terjadi pada usia 20-30an karena diduga disebabkan oleh badai sitokin

Akhir-akhir ini badai sitokin menjadi lebih populer setelah Youtuber Indonesia, Deddy Corbuzier terpapar Covid-19 dan terkena badai sitokin. Sebenarnya, apa penyakit badai sitokin itu? Berikut penjelasannya yang dilansir dari hellosehat.com.

Sitokin merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Fungsi sitokin seharusnya melindungi tubuh dari infeksi. Akan tetapi, pada kondisi yang salah, keberadaan sitokin itu justru bisa membahayakan jiwa.

Sistem kekebalan tubuh terdiri dari banyak komponen, seperti sel-sel darah putih, antibodi, dan sebagainya. Tiap komponen bekerja sama untuk mengenali patogen (bibit penyakit), membunuhnya, dan membentuk pertahanan tubuh jangka panjang.

Agar dapat menjalankan fungsinya, tiap komponen pada sistem kekebalan tubuh harus berkomunikasi antara satu sama lain. Di sinilah peran sitokin dibutuhkan. Sitokin adalah protein khusus pembawa pesan antara sel pada sistem kekebalan tubuh.

Ketika SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan merespons dengan memproduksi sitokin. Sitokin lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan.

Sitokin terkadang juga berikatan dengan sel darah putih lain atau bekerja sama dengan sitokin lain saat terjadi infeksi. Tujuannya tetap sama, yakni mengatur sistem kekebalan tubuh dalam membasmi patogen.

Saat terjadi peradangan, sel-sel darah putih akan bergerak menuju darah atau jaringan yang terinfeksi untuk melindunginya dari penyakit. Pada kasus COVID-19, sitokin bergerak menuju jaringan paru-paru untuk melindunginya dari serangan SARS-CoV-2.

Peradangan sebenarnya berguna untuk membunuh patogen, tapi reaksi ini juga dapat menimbulkan demam dan gejala COVID-19 lainnya. Setelah beberapa waktu, barulah peradangan mereda dan sistem imun tubuh dapat melawan virus dengan sendirinya.

Banyak pasien COVID-19 meninggal karena sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi. Virus pun memperbanyak diri dengan cepat, menyebabkan kegagalan beberapa organ sekaligus, dan akhirnya mengakibatkan kematian.

Sahabat Zakat, tetap waspada ya. Tetap menerapkan protokol kesehatan, semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir.