JANGAN BIARKAN BAYI KITA TERLALU LAMA MENANGIS

Oleh:

dr.Deswara

Deputi Direktur Rumah Zakat Indonesia

Keluarga bahagia merupakan dambaan setiap manusia. Ketika Al Quran memerintahkan kaum muslimin untuk bertakwa, maka tidak akan terlepas dari bagaimana cara mendapatkannya. Nilai – nilai spiritual sangat mungkin untuk berhubungan dengan pendidikan yang diterima. Dan itu dimulai dengan proses pendidikan seseorang sejak dini.

Disadari atau tidak dalam proses pematangan karakter, seseorang akan dipengaruhi oleh pendidikan yang diterima sedari kecil. Jika terdapat pola salah asuhan dalam mendidik anak maka dapat berpengaruh terhadap pekembanganya pada masa remaja dan dewasa. Sifat tidak percaya diri, manja, tergantung pada orang lain, ataupun mandiri pada saat dewasa akan banyak dipengaruhi oleh persepsi yang didapatkannya sejak lahir. Karena itu berhati-hatilah dalam mendidik anak- anak  kita.

Perkembangan anak usia 0-3 bulan sangat tergantung pada kedua orang tuanya. Pada awal kelahirannya, bayi perlu banyak beradaptasi dengan dunia yang berbeda dengan dunia sebelumnya yaitu di dalam rahim. Rasa ketidaknyamanan akan dibahasakan secara verbal melalui tangisan. Sebab, Bahasa paling efektif yang digunakan anak untuk mengomunikasikan sesuatu pada orang tuanya adalah dengan menangis.

Pada  saat itu orang tua harus cepat tanggap memenuhi keinginan si bayi. Apakah itu mengganti popok atau menyusuinya. Jika pada fase tersebut orang tua terlambat memenuhi kemauan buah hatinya maka dikhawatirkan dia akan selalu menangis keras jika keinginannya tidak terpenuhi. Akibatnya, terbentuklah karakter yang cengeng  dan tidak mandiri pada diri sang bayi.

Saat menginjak usia 4-8 bulan, bayi sudah mempunyai persepsi mandiri. Dia mulai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pada fase ini jika keinginan untuk mencapai sesuatu itu terpenuhi maka akan membentuk mental percaya diri. Akan tetapi, jika gagal maka akan memunculkan rasa minder.

Sementara di akhir tahun pertama, bayi ingin bersosialisasi dengan lingkungan. Ia akan melihat teman sebayanya sebagai sesuatu yang menarik perhatian. Pada fase ini ada baiknya kita lebih mengenalkan kepada saudara kita agar rasa sosialisasi serta aktualisasinya dapat berkembang secara optimal. Pada masa ini lebih baik bayi diperkenalkan pada dunia keagamaan seperti menghadiri pengajian atau ceramah.

Pada awal perkembangannya, anak  harus senantiasa diperhatikan karena hal ini bisa membentuk mental kepribadian pada fase berikutnya, keberhasilan kita dalam mendidik pada fase ini akan mempermudah untuk mengarahkan pada fase pendidikan berikutnya.***

 

Tags :
Konfirmasi Donasi