JANGAN MAU JADI BUIH

Kita sebenarnya berbakat untuk tampil lebih kuat. Pernyataan ini menjadi kesimpulan saya bahwa Indonesia seharusnya dan sebenarnya bukanlah negara yang amatir terhadap krisis. Daripada mengikuti gempita golongan orang yang pesimis lebih baik kita bergabung menyatukan tenaga untuk semakin memperkuat kebangkitan bangsa ini menuju 5 besar dunia.

Saya sering merasa tak cukup toleran jika kita menyalahkan krisis dunia ini untuk kemudian bersikap fatalis, tunduk takluk seakan tak bisa apa-apa. Bakat kuat bangsa ini terlihat jelas dalam banyak geliat usaha-usaha ekonomi kreatif yang justru semakin tumbuh dan siap mendunia. Parade event di kota Bandung misalnya justru hampir ada tiap pekan. Rumah-rumah makan justru semakin banyak menjajakan masakan khas dapur citarasa Nusantara. Semua meriah, meskipun saya sangat apresiatif semangat berjibaku masyarakat (muda) kita untuk terus menghasilkan karya tak selalu mudah, tantangan itu ujung-ujungnya terbentur tembok besar barisan lemah iman. Yang terdeklarasikan dalam ketidakberpihakan pada semangat egaliter untuk maju bebas dari permainan-permainan kekuasaan dan praktik kecurangan.

Di antara keoptimisan saya, terselip satu potensi kekuatan yang mungkin tak terbahas dalam analisa pengamat ekonomi, ternyata pertumbuhan zakat baik secara volume maupun kuantitas pribadi atau institusi juga semakin besar.

Penerimaan Ramadhan kemarin saja Rumah Zakat Indonesia meningkat 53% dari tahun sebelumnya. Apakah ini menunjukkan zakat tak terkait dengan krisis? Mungkin tidak selalu demikian, tetapi zakat dapat menjadi elemen indikator bahwa kita akan semakin kuat bertahan justru saat kita semakin solider dengan berbagi. Jika rakus (greed) ’dituding’ menjadi alasan utama terjadinya krisis finansial global tentu sebaliknya sikap dermawan, peduli dan menyayangi apalagi kepada mereka yang miskin dan tertimpa musibah pastilah termasuk solusi yang justru akan menjadi penyelamat krisis itu sendiri.

Mungkin dari doa-doa mereka yang lemahlah yang mengangkat kita tak semakin terpuruk dalam krisis. Apalagi kini tak hanya pribadi tapi juga semakin banyak perusahaan melalui CSR-nya/Program Kemitraan & Bina Lingkungannya yang senada dengan ajakan Rasulullah untuk menyapa yang papa melalui kasih sayang pemberdayaan.

Mari kita maksimalkan semua potensi, jangan sampai masyarakat muslim terbesar di dunia ini ternyata hanya jadi buih yang terombang-ambing badai inflasi dan resesi. Dunia Islam telah lama menunggu kita menjadi lokomotif pembaharu dunia. Bersegeralah!

Mulai dari satu hal : PERBAIKI INTEGRITAS!

 

 

Tags :
Konfirmasi Donasi