JIBRAN, BAGIKU SEKOLAH JUARA ADALAH SEKOLAH MASA DEPAN

RZ LDKO CilegonJAKARTA. Humaidi Jibran (Jibran) adalah Siswa kelas 5 SD Juara Jakarta Utara, Jibran tinggal di lingkungan sederhana. Ayah Jibran bernama Syafdinal berprofesi sebagai ustad (guru ngaji) dan ibunya bernama Herlina yang hanya seorang ibu rumah rumah tangga. Jibran merupakan anak ke 4 dari 4 bersaudara.

Jibran, berdasarkan diagnosis psikologi termasuk anak berkebutuhan khusus yang mempunyai gangguan konsentrasi. Angka IQ (Intelegence Quotient) Jibran termasuk di bawah rata-rata (Lower-learning) dan masih seperti anak-anak kelas 1. Begitupun dengan hasil belajarnya beliau termasuk yang mempunyai daya tangkap kurang.

Namun, dengan kondisi demikian bukan berarti Jibran tidak layak bersaing dengan anak-anak yang lain dengan IQ normal. Sekolah Juara merupakan sekolah yang berbasis Multiple Intelegent (MI) yang mempercayai bahwa setiap anak mempunyai potensi. Hal ini terbukti dengan penggalian potensi dan metode yang tepat, Jibran mampu menyabet juara 1 dalam Lomba Tahfidz (Menghafal Al-Qur’an).

Jibran memang kurang dalam kecerdasan akademik (logis-matematis dan linguistik) namun dalam hapalan Jibran bagus dan cepat. Saat ditanya cita-cita Jibran mengatakan ingin menjadi Ustadz.

Tentu masih banyak lagi khazanah potensi anak-anak Sekolah Juara yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga unggul dalam berbagai macam prestasi dari kecerdasan lainnya. Bukan hal yang mustahil jika ke depan Sekolah Juara mampu menjadi Sekolah Percontohan dalam hal Penggalian dan Pengembangan Potensi Anak sejak dini.***

Newsroom/Fitri Murniawati
Jakarta

Tags :
Konfirmasi Donasi