4 TANTANGAN UTAMA DAN TERBESAR DALAM MERAIH KESUKSESAN
December 14 , 2016 bersih-kerjaan

4 TANTANGAN UTAMA DAN TERBESAR DALAM MERAIH KESUKSESAN

tantangan-kesuksesanBanyak orang tidak sadar bahwa semakin dekat dengan kesuksesan tantangan semakin berat dan kompleks, untuk itu diperlukan sikap konsisten dan integritas yang tinggi agar kita tetap bertahan hingga akhirnya meraih sukses. Tantangan terbesar dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya ada pada diri kita sendiri, oleh karenanya jika kita mampu menaklukan diri kita maka Kesuksesan senantiasa menyertai kita dalam setiap langkah yang kita pilih.

 

Jika kita melihat sekilas, orang-orang yang telah sukses memang terlihat enak, anggun, nyaman dan lebih elegan. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa untuk meraih sukesnya tersebut banyak sekali tantangan yang harus mereka hadapi, terlebih jika sukses sudah berada didepan mata.

 

Jika sukses sudah terlihat didepan mata, masih tidak bisa kita raih, tentu tidak membuat kita menjadi hancur berkeping-keping, demikian pula jika kita berhasil maraihnya tidak lantas membuat kita menjadi besar kepala, sombong dan tinggi hati. Tetaplah bersikap rendah hati dalam setiap kesuksesan yang kita raih, sebab sikap sombong itu akan mudah menghancurkan segala sesuatu yang dimulai dengan penuh perjuangan.

 

Apa saja yang dapat menghambat kita dalam meraih sukses?

 

Pertama, sikap kita yang Egois

Akan sangat membahayakan jika kita tidak mampu untuk mendeteksi sejak dini bagaimana ciri-ciri sikap egoisme. Beberapa contoh buruk sifat egoisme adalah selalu merasa benar bila dinasehati, memuaskan diri sendiri, tidak peduli dengan orang disekeliling.

 

Sikap egois berada pada diri kita, jelas ini menjadi tantangan bagi kita dalam mengelola sikap dan perilaku. Tantangan yang sebenarnya adalah diri kita bukan orang lain, oleh karenanya jangan sering menyalahkan orang lain atau menganggap orang lain sebagai penghalang.

 

Secara kasat mata, sikap egois tidak tampak coba perhatikan pada sikap diri kita sendiri ketika hendak berhadapan dengan hal baru atau ketika melakukan kekeliruan. Kita selalu yakin bahwa kita yang paling benar yang lain cuma numpang lewat.

 

Kedua, Menggampangkan Sesuatu

Sikap yang satu ini jelas menjadi tantangan terbesar dalam meraih kesuksesan. Tidak heran kita sering mendengar jika diakhir-akhir pertandingan, sebuah kemenangan berubah menjadi duka dan kekalahan, penyebabnya tidak lain adalah menggampangkan segala sesuatu. Jelas yang dirugikan adalah diri kita sendiri, penyesalan akan selalu meghantui kita karena dalam setiap momen, sensasi kemenangan akan berbeda.

 

Menggampangkan sesuatu sama halnya dengan mengangggap remeh sesuatu. Untuk hal yang mudah dan sudah jelas didepan mata, jika digampangkan akan berakhir dengan kegagalan apalagi jika persoalan yang sulit, sudah dapat dipastikan akan menjadi semakin dramatis dan membuat frustasi. Jika Anda adalah orang yang sejati, berusahalah setia pada perkara-perkara kecil sekalipun, sebeb jika kita setia pada perkara kecil maka kita pun akan setiap pada perkara besar dan penting.

 

Mulai saat ini, ubahlah kebiasaan Anda dalam menggampangkan sesuatu, karena kebiasaan ini jelas-jelas merugikan Anda. Raihlah kesuksesan Anda secepat yang Anda bisa dan jangan sampai memaksakan diri apalagi menghalalkan segala cara.

 

Ketiga, Menunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan atau menunda tugas pada hari berikutnya sama halnya dengan membuang kesuksesan atau semakin menjauhkan keberhasilan Anda. Sukses Anda hari ini adalah buah dari pikiran dan tindakan Anda kemarin, jadi bila Anda menundanya kemarin, maka hari ini Anda tidak akan sukses.

 

Jika Anda berpikir bahwa masih ada hari esok sekedar untuk menumbuhkan motivasi dalam diri Anda itu masih relevan dan member dampak positif, akan tetapi jika berpikirnya adalah untuk menunda-nunda untuk diselesaikan di hari waktu lain, jelas-jelas itu sudah bertentangan dengan cita-cita Anda untuk meraih sukses.

 

Coba perhatikan dan baca dengan seksama kisah sukses orang-orang hebat, tidak pernah sekalipun mereka menunda pekerjaan apalagi menunda untuk bertindak. Ingat, waktu tidak pernah menunggu kita, waktu terus berputar tiada henti dan sampai kapanpun itulah yang terjadi. Apa yang Anda alami saat ini adalah buah-buah dari perjuangan Anda dimasa lalu.

 

Keempat, Selalu Berpikir dan Tidak Pernah Memulainya

Tantangan terbesar lainnya adalah tidak pernah memulai apalagi dengan alasan takut mengalami kegagalan. Berpikir tanpa bertindak sama halnya membuat kegagalan menjadi nyata dan semakin dekat dengan Anda dan  Anda pun sudah kalah sebelum berperang, demikian pula bertindak tanpa berpikir adalah sebuah keniscayaan untuk meraih kesuksesan.

 

Orang bijak sering menasehati kita, “Kesuksesan adalah perpaduan antara pikiran dan tindakan nyata”. Oleh karena nya, kombinasi keduanya akan menciptakan energi yang maha dasyat dalam aktivitas kita menggapai kesuksesan. Selalu kombinasikan keduanya dalam segala aktivitas Anda.

 

Memberi nasihat bijak kepada orang lain pun tidak perlu menunggu kita benar-benar sukses, akan lebih indah bila kita mau berbagi terlebih dalam hal nasehat. Banyak orang berpikir, bahwa untuk menasehatkan orang agar semakin sukses harus menunjukan bahwa kita juga harus sukses, ingat! Ukuran kesuksesan masing-masing orang berbeda, namun yang pasti adalah orang sukses adalah orang yang mau mengkombinasikan antara Pikiran dan Tindakan Nyata bukan hanya berkhayal tanpa tindakan.

 

Itulah 4 tantangan terbesar yang selalu menghambat kita untuk meraih kesuksesan, maka berhati-hatilah terhadap diri sendiri. Jika kita gagal mengontrol diri kita terutama sikap kita, tidak jarang kegagalan selalu menghantui kita.

 

Pernahkah kita berpikir bahwa ada orang lain yang selalu menghalangi kesuksesan kita?

 

Mulai saat ini, singkirkan pikiran itu dari Anda karena semakin Anda memikirkannya, akan membuat Anda semakin jauh dengan kesuksesan Anda. Dan ingat, satu-satunya orang yang selalu menghalangi adalah diri Anda sendiri, terlebih pada ketakutan Anda menerima kegagalan, tidak bias menerima kenyataan, sikap pesimis dalam mengerjakan sesuatu, serta pikiran negative lainnya.

 

Sumber: http://www.danzierg.com

Leave a Reply