KABUT ASAP KEMBALI MENYELIMUTI PROVINSI RIAU

RZ LDKO CilegonPEKANBARU. Sebanyak 83 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau oleh satelit Modis (Terra dan Aqua) BMKG Stasiun Pekanbaru pada Selasa (01/09/2015). Jumlah hotspot tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di Riau.

Menurut kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin, hotspot terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 33 hotspot. Kemudian Indragiri Hulu (Inhu) berjumlah 17, Kampar dengan 12 hotspot, Indragiri Hilir (Inhil) ebam hotspot. Lalu di Rokan Hulu (Rohul) lima hotspot.

“Selebihnya masing-masing dua di Pekanbaru, Dumai, Siak dan Kuantan Singingi (Kuansing). Lalu Bengkalis satu,” sebutnya.

Salah satu titik hotspot di Kampar berada di Rimbo Panjang berbatasan dengan Pekanbaru. Untuk menanggulangi kabut asap, tidak ada cara lain selain memadamkan sumbernya. Pagi tadi (Rabu 02/09) Relawan Rumah Zakat bersinergi dengan manggala agni departemen kehutanan dan Pramuka Universitas Riau turun kelokasi untuk melakukan pemadaman api yang membakar hutan di Rimbo Panjang.

Fajri Sabti, Relawan RZ Pekanbaru mengatakan bahwa “Dalam pemadaman api yang membakar hutan ini yang berdampak pada timbulanya bencana asap sangat diharapkan adanya kerja sama antara aparat pemerintahan, organisasi, dan warga”

Fajri Sabti menambahkan bahwa “kebakaran yang terjadi di hutan Rumbio Panjang sudah mendekati pemukiman warga, jadi butuh penanganan segera”.

Sebagai dampak dari kebakakran inj jarak pandang disepanjang jalan Rumbio Panjang hanya berjarak 30 sampai 100 M saja. Terbatasnya jarak pandang ini tentunya akan mengganggu arus lalulintas dan dikhwatirkan akan terjadinya kecelakaan lalu lintas.***

Newsroom/Surianto
Pekanbaru

Tags :
Konfirmasi Donasi