KETIKA KESEMUTAN DATANG

Oleh: dr. Hilmi Sulaiman, MKM

Kesemutan, atau yang dikenal dengan istilah parestesia dalam ilmu kedokteran, adalah sensasi yang dirasakan pada permukaan tubuh tanpa dipicu oleh adanya rangsang dari luar tubuh. Sensasi tersebut bisa berupa rasa panas, dingin, terbakar, geli atau ada sesuatu yang merambat/menjalar di permukaan kulit. Kesemutan ini biasanya terjadi pada alat gerak seperti tangan, kaki, jari-jari, serta bagian tubuh lain yang lokasinya jauh dari jantung. Meskipun dapat juga terjadi pada bagian tubuh lainnya, biasanya kondisi tersebut cukup jarang. Pada saat mengalami kesemutan, kita dapat juga mengalami gejala lain yang menyertai seperti cemas, sering buang air kecil, kaku, nyeri, dan sensitif bila disentuh.

Hampir semua orang pernah mengalami kesemutan karena penyebab yang sederhana. Pada saat terdapat salah satu bagian tubuh kita yang terjepit atau ditekuk dalam waktu cukup lama, kita biasanya akan mengalami kesemutan akibat tekanan pada saraf dan aliran darah. Contohnya, pada saat kita duduk bersila atau bersimpuh yang menyebabkan kaki dalam kondisi tertekuk cukup lama. Umumnya, kesemutan seperti ini akan mereda ketika bagian tubuh yang mengalami digerakkan atau dikembalikan ke posisi semula.

Secara umum, kesemutan dapat timbul akibat 2 hal, yakni adanya penekanan pada jalur saraf di suatu organ tubuh atau kelainan pada sel sarafnya itu sendiri. Beberapa kondisi yang menyebabkan adanya penekanan pada saraf diantaranya seperti trauma pada leher dan tulang belakang, patah tulang, penyakit Carpal Tunnel Syndrome (CTS), osteoporosis, dan lain-lain. Sedangkan kesemutan yang timbul akibat kelainan yang terjadi pada sel sarafnya itu sendiri diantaranya diakibatkan oleh dehidrasi, malnutrisi, kekurangan vitamin B12, ketidakseimbangan elektrolit terutama Natrium dan Kalium, konsumsi obat-obatan tertentu yang mengganggu saraf, konsumsi alkohol. keracunan logam berat, dan bisa juga diakibatkan adanya kelainan pada otak seperti stroke dan radang otak. Penyakit lain yang juga sering menyebabkan adanya keluhan kesemutan adalah diabetes mellitus atau kencing manis, yang biasanya menyebabkan kesemutan pada anggota gerak, terutama kedua kaki. Sifat dan lokasi kesemutan yang disebabkan oleh berbagai penyakit tersebut di atas juga berbeda-beda.

Kesemutan yang tidak hilang setelah bagian tubuh digerakkan atau dikembalikan ke posisi semula bisa saja terjadi, dan ini dialami oleh sebagian kecil organ tubuh. Kesemutan yang semakin sering dan berkembang menjadi rasa kebal bisa jadi merupakan tanda penyakit yang serius dan perlu diperiksakan lebih lanjut ke dokter. Dengan wawancara medis yang mendalam dan pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan menentukan penyebab dari masalah kesemutan yang terjadi, dan hal tersebut bisa pada syaraf tepi, otot, sumsum tulang belakang, atau otak. Jika diperlukan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT Scan atau pemeriksaan darah, untuk memastikan penyebab dari terjadinya kesemutan.

Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai ketika kita mengalami kesemutan adalah ketika tidak kunjung hilang, ada kesulitan bernafas, disertai nyeri pada kepala, leher, atau punggung, disertai penurunan kesadaran, dan ada kelumpuhan, kesulitan bicara, atau pandangan gelap. Jika kita mengalami kondisi-kondisi ini, maka sebaiknya kita langsung mencari pertolongan dari tenaga medis yang berpengalaman.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kesemutan yang saat ini dirasakan adalah:
• Minum dalam jumlah yang cukup
• Mengkonsumsi suplemen vitamin B12
• Menghindari minum alkohol
• Menjalankan pola hidup sehat seperti olahraga dan makan seimbang

Tags :
Konfirmasi Donasi