KETIKA LIMBAH SAMPAH MENJADI BERKAH

RZ LDKO CilegonCIKARANG. “Bank Sampah Sempu ini justru berasal Sekolah Sampah. Kami melakukan daur ulang sampah dan pemilahan sampah terlebih dahulu, baru kemudian terbentuk bank sampah tahun 2014 lalu,” M. Hafid, Fasilitator ICD Pasir Gombong menjelaskan.

Bank Sampah Sempu diketuai oleh Rodingatun. Berbeda dengan bank sampah lainnya, di sini proses pemilahan sampah dilakukan setelah proses penimbangan. Hal itulah yang kadang membuat rugi para pengurus. Sebab saat berat sampah saat penimbangan awal di bank sampah dan saat dijual ke pengepul menjadi berbeda. Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan langkah para pengurus bank sampah untuk memilah sampah, membersihkannya baru kemudian siap dijual ke pengepul.

Sebanyak 60 orang telah tercatat menjadi nasabah di bank Sampah Sempu. Adalah Bu Yani, salah satu member bank sampah yang kemudian aktif mengambil sampah-sampah dari rumah para nasabah. Menggunakan sepeda tua, Bu Yani tak kenal lelah mengumpulkan sampah-sampah itu.

Banyak kerajinan yang sudah dihasilkan dari sampah, bukan hanya tas, tikar maupun rompi yang dihasilkan dari daur ulang bungkus kopi. Namun ibu-ibu kreatif binaan RZ dan MDI ini juga memanfaatkan limbah dari botol untuk membuat berbagai macam souvenir berupa tempat pensil dan vas bunga, selain juga koran-koran bekas yang berhasil ‘disulap’ menjadi tatakan cantik warna-warni.

Kreativitas itulah yang kemudian menarik minat komunitas bank sampah Kabupaten Bekasi untuk datang dan meninjau langsung segala proses yang terjadi di Bank Sampah Sempu. Bank Sampah Sempu dijadikan bahan percontohan untuk pembuatan bank sampah milik Kabupaten Bekasi.

“Ibu-ibu binaan di sini memang semangat dan kreatif, meski pada awalnya tetap memerlukan usaha lebih untuk membangunkan segala potensi yang ada dalam diri dan juga di sekitar mereka. Alhamdulillah, mereka sangat kooperatif dan sekarang sudah ada beberapa binaan yang mandiri,” ungkap Hafid senang.***

Newsroom/’Yosef
Bekasi

Tags :
Konfirmasi Donasi