KISAH GALIH DAN SEBUAH IMPIAN

“Saya berangkat jam setengah enam, soalnya kalo berangkat jam enam saya pasti kesiangan”.

Itulah ungkapan seorang Galih, 11 tahun, siswa kelas 5 SD Juara Bandung yang harus berjuang berangkat dari rumah setiap pagi pukul 05:30 dengan mengendarai angkutan umum.

Galih terpaksa harus pergi sangat pagi karena tempat tinggalnya di daerah Jl. Pagarsih memang cukup jauh dari lokasi SD Juara Bandung yang ada di daerah Sukarajin. Sebelumnya Galih yang ditinggal wafat oleh ibunya, tinggal dengan sang Kakek di daerah Sukarasa. Rumahnya tidak begitu jauh dari tempatnya bersekolah dengan adiknya, Nesa (kelas 2). Namun dengan pertimbangan agar Galih dan Nesa bisa berkumpul dengan sang ayah serta adanya konflik dalam keluarga besar orang tua Galih, maka akhirnya Galih pun pindah dan tinggal bersama ayahnya di Pagarsih. Walhasil Galih harus berjuang untuk bisa pergi ke sekolah lebih pagi agar tidak terlambat masuk kelas.

Sementara itu Nesa harus pindah sekolah karena sang ayah tidak mau melepas Galih membawa Nesa hanya berdua saat pergi sekolah.

Ayah Galih ketika ditemui salah satu pengajar SD Juara mengatakan terpaksa melepas Galih pergi sendiri karena beliau bekerja dan kadang harus pergi ke luar kota. Sementara itu Ibu baru Galih pun tidak bisa mengantarkan pergi karena kesibukan sebagai ibu di pagi hari cukup menyita waktu sehingga tidak sempat untuk mengantar Galih sampai di sekolah.

Meski kisah hidup Galih terkesan jauh dari ideal dan bahagia, namun ia tak pernah kehilangan semangat untuk belajar dan beraktivitas di sekolah. Misalnya saja dalam aktivitas Perkusi bersama 9 orang temannya yang lain. Galih yang diamanahkan menjadi leader kelompok ekskul Perkusi ini latihan rutin seminggu sekali sepulang sekolah selama sekitar 2 jam.

Kekompakkan tim Perkusi ini pun layak diacungi jempol, terbukti ketika beberapa kali dilaksanakan pementasan di depan khalayak umum, mereka mendapat tepuk tangan dan apresiasi yang sangat meriah. Bakat kepemimpinan Galih sudah mulai tampak sejak ia masih di SD Juara saat ini, semoga impian untuk mencetak para generasi Juara akan semakin dekat perwujudannya berkat dukungan dan sinergi Sobat Zakat dalam menjalin kepedulian di bidang pendidikan.***

Newsroom/Karsih
Pengajar SD Juara Bandung

Tags :
Konfirmasi Donasi