KISAH PUASA IKAN SALEM MERAH

Ikan salem merah (red salmon) hidup di laut Atlantik Utara, Kanada, dan kembali ke sungai-sungai di Eropa dan Amerika Utara menjelang bertelur. Puasanya ikan salem merah adalah puasa alami yang menggambarkan tanda-tanda kebesaran Allah.

Fenomena puasa ikan salem juga menjadi salah satu contoh keunikan ragam kehidupan hayati di alam sekitar kita. Pada masa awal hidupnya, ikan salem merah hidup di air tawar. Lalu setelah dewasa, mereka bermigrasi ke lautan luas.

Ikan salem merah menghabiskan sebagian hidupnya di laut yakni empat sampai tujuh tahun. Ketika ikan salem merah cukup dewasa untuk berpijah, mereka akan berkumpul bersama di suatu tempat di lautan.

Setelah berkumpul dalam jumlah puluhan ribu, mereka akan membagi diri berdasarkan spesies masing-masing. Setelah itu bersama-sama kembali ke sungai tempat mereka menetas dahulu.

Mereka kerap melalui rintangan berat untuk kembali ke tempat pertama ditetaskan. Jaraknya bisa mencapai 1.600 kilometer dari laut tempat mereka hidup. Dengan rintangan yang besar, ikan salem merah berusaha keras melawan arus sungai yang deras, halangan kayu-kayu, batu-batu kali, dimangsa predator atau terperangkap jaring nelayan.

Perjalanan ini terkadang membutuhkan waktu beberapa bulan lamanya. Yang mengagumkan, sejak awal perjalanan panjang ini mereka sudah mulai berpuasa.

Berdasarkan penelitian para ahli, lama puasa para ikan inilah yang berguna sebagai standar naluriah untuk menuntun mereka mengenali sungai mana para ikan itu berasal. Juga, kandungan lemak yang cukup tinggi pada ikan salem merah ternyata bermanfaat sebagai cadangan makanan selama perjalanan ‘mudik’.

Luput dari para pemangsa dan nelayan, akhirnya dengan tubuh penuh luka dan kelelahan, para ikan ini bisa mencapai hulu sungai tempat mereka ditetaskan pertama kali.

 

Ketika mereka tiba di hulu sungai inilah mereka otomatis bekerja sama antara pasangan jantan dan betina. Dengan sirip kecil di belakang sirip punggung yang besar mereka menggali lubang dengan kedalaman sekira 45 sentimeter, sebagai tempat penetasan calon telur-telur ikan. Untuk menggali, mereka membutuhkan waktu beberapa pekan.

Jika telah siap, sang betina akan meletakkan telur-telur yang berjumlah ribuan, sementara sang jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur-telur betinanya.

Setelah proses ini selesai, calon ibu ikan akan menutup lubang tempat telur ini dengan lumpur yang cukup tebal. Kemudian pasangan ikan ini tetap berenang-renang di sekitar lubang telur menunggu beberapa waktu hingga telur menetas.

Saat bayi-bayi ikan salem merah mendorong dirinya keluar dari lubang penetasan, induk ikan akan melihat anak-anaknya pertama dan untuk terakhir kalinya. Lalu matilah mereka dalam keadaan berpuasa. Ikan-ikan yang mati ini akan mengapung di permukaan, kemudian berangsur turun ke dasar sungai dan membusuk.

Sebenarnya ini adalah bagian dari proses menjaga keseimbangan alam di dasar sungai. Mereka mati setelah meninggalkan sekelompok generasi baru yang harus mengalami proses ‘kesulitan’ kembali ke lautan.

Kemudian setelah dewasa, anak-anak ikan salem merah ini akan mengulangi siklus yang sama seperti orangtuanya dan mati dalam keadaan berpuasa.

(Tim Rumah Zakat)

http://ramadan.okezone.com

Tags :
Konfirmasi Donasi