KRISIS AIR BERSIH, RZ SALURKAN 12.000 LITER DI DESA NGAREN BOYOLALI

RZ LDKO CilegonBOYOLALI. Di puncak musim kemarau tahun 2015 ini, bencana kekeringan mulai melanda di berbagai daerah. Tak terkecuali daerah Boyolali, beberapa daerah diwilayah tersebut mengalami kekeringan cukup parah. Bahkan salah satu diantaranya sudah memasuki situasi kriris air bersih untuk konsumsi warga.

Krisis air bersih yang dialami warga Boyolali tidak hanya saat ini, melainkan sudah terjadi pada tahun sebelumnya. Menurut data yang bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ada enam kecamatan yang mengalami kekeringan cukup parah, sehingga sektor pertanian di daerah itu sangat terganggu.

Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, tahun ini RZ kembali membantu bencana kekeringan di Juwangi Boyolali. Sudah menajdi rutinitas warga kecamatan Juwangi yang setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba.

Menurut pemkab Boyolali Juwangi termasuk wilayah yang paling parah terkena dampak kekeringan. Sumur-sumur sudah tidak mau mengeluarkan airnya, terpaksa warga harus rela mengantri di sumber air tengah hutan yang sumbernya juga tidak terlalu besar.

Tak jarang warga mengantri sampai jam 12 malam. Bagi warga yang tidak mau repot mengantri maka harus membeli air dengan harga 2500/jerigen. Pada hari Senin (07/09) kemarin, RZ menyalurkan air bersih sebanyak 12.000 liter tahap pertama. rencananya RZ akan mengirim 36.000 liter.

Pada tahap pertama ini, RZ menyalurkan air bersih ke desa Kalimati di dua titik yang merupakan wilayah terparah di musim kemarau ini. Dua titik tersebut meliputi 5 RT yang penerimanya kurang lebih 220 KK.

“Warga sangat gembira karena sepekan terakhir ini memang yang dirasakan paling berat berkenaan dengan masalah air.
Rencana besok dilanjutkan distribusi tahap 2 sebanyak 24.000 air bersih ke desa Ngaren, Juwangi,” tutur Wahid selaku relawan inspirasi Boyolali.***

Newsroom/Rico Ayatul Yuza
Boyolali

Tags :
Konfirmasi Donasi