Infaq Beras Keluarga Dhuafa

Cerita

PSBB kembali diberlakukan, artinya aktivitas masyarakat jadi terbatas. Tak terkecuali suami Ibu Jubaedah, yang sehari-hari berjualan es kado di sekolah-sekolah Desa Kemlakagede Kec. Tengah Tani Kab. Cirebon.

 

Semenjak PSBB, banyak sekolah yang kegiatan dirumahkan. Sehingga, penghasilannya semakin menurun, apalagi pabrik pembuatan es kado nya sering libur sehingga gak bisa jualan.

 

Padahal, penghasilan yang minim dari berjualan es dipakai untuk cukupi kebutuhan makan 3 orang anaknya. Tapi, semenjak tak lagi bisa berjualan, suami bu Jubaedah bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti.

 

Krisis yang terjadi akibat wabah covid 19 menyerang banyak keluarga yatim/dhuafa dengan ekonomi rendah. Perjuangan mereka untuk penuhi kebutuhan makan, menjadi tantangan yang besar.

 

Mari saudara, bersama kita saudara sesama muslim kita untuk bisa bertahan dalam krisis akibat pandemi covid-19 ini.

 

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW dan bertanya: 

“Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” 

 

Beliau menjawab

“Bersedekahlah sedangkan kamu masih sehat, suka harta, takut miskin dan masih berkeinginan kaya. Dan janganlah kamu menunda-nunda sehingga apabila nyawa sudah sampai tenggorokan, maka kamu baru berkata: “Untuk fulan sekian dan untuk fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi hal si fulan (ahli warisnya),” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Mari bersedekah, bantu saudara dhuafa kita dengan cara :

 

1. Klik tombol “INFAK SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Lakukan pembayaran