YOGYAKARTA. Rumah Zakat cabang Yogyakarta menggelar pelatihan Kader Pendidikan Anak Usia Dini Wilayah Danurejan, dan Gondokusuman, di Aula Hotel Surya Putri Tegal Panggung Danurejan, Senin (15/4). Event ini diikuti 60 peserta.

Acara yang diisi oleh pencipta lagu Sigit Baskara ini menyampaikan materi pentingnya lagu dalam pengajaran PAUD.  Disinggung pula pentingnya metode bernyanyi untuk mengajar di PAUD, dan perbaikan terkait lagu lagu yang diajarkan saat ini, seperti lagu Balonku Ada Lima yang syairnya: “Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru. Meletus balon hijau DOR! Hatiku sangat kacau, balonku tinggal empat, kupegang erat-erat.

Kata-kata “DOR” tentunya akan memberikan pengaruh pada anak-anak ajaran teriak atau mengagetkan, dan juga lirik “hatiku amat kacau”. Bagaimana anda merasakan hati  yang sangat kacau? Diutarakan  juga lirik  lagu lainnya:  lagu naik kereta api “bolehlah naik dengan percuma “. Disampaikan juga lagu jawa sejak para sunan tak lelo lelo ledung yang syairnya: “Tak lelo lelo lelo ledung, cup menenga aja pijer nangis, anakku sing ayu (bagus) rupane, yen nangis ndak ilang ayune (baguse). Tak gadang bisa urip mulyo, dadiyo wanito (priyo kang) utomo, ngluhurke asmane wong tuwa, dadiyo pandekaring bangsa. Dalam acara ini di kupas bagaimana peserta memahami dengan baik makna lagu-lagu yang ada dan akan diajarkan ke anak-anak.

Para peserta pun di dorong untuk menciptakan lagu yang kreatif serta bisa menstimulasi anak dalam belajar. Lewat pelatihan ini dicontohkan lagu terkait memperkenalkan anak dengan alam misal lagu: hujan, beras, kunang kunang, rajawali dan lainnya. Melalui acara ini para peserta cukup antusias dan menginginkan kelanjutannya. Event ini  dihadiri oleh Kepala Sekolah SD JuaraBudi Hastuti, pendamping Kampung Perubahan Danurejan Yudiyanto serta Kepala cabang Rumah Zakat Yogyakarta Istiawan.*** Newsroom/Didik Agus Setyawan Yogyakarta