LESTARIKAN BUDAYA MELAYU, ANAK JUARA TEKUNI SENI MUSIK KOMPANG

RZ LDKO CilegonBATAM. Semakin punahnya tradisi lokal dan pudarnya adat istiadat, serta semakin menghilangnya permainan anak-anak pribumi, memberikan ide tersendiri bagi RZ Batam dalam menginisiasi wilayah Tanjung Gundap sebagai basis Pusat Pengembangan Potensi Anak (P3A) untuk bidang seni Musik Kompang.

Kampung Tua Tanjung Gundap yang terletak di kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, yang dihuni sebangian besar warga Melayu dengan mata pencarian utamanya sebagai Nelayan, menjadi basis pemberdayaan RZ Batam untuk masyarakat Hiterland ini memiliki lebih dari 50 Anak Juara binaan, yang tersebar di Kampung Tiawangkang, Pulau Panjang, Pulau Lance dan pulau Akar yang setiap hari Sabtu dan Minggu berlatih Kompang dengan pelatihnya Bapak Darwin sesepuh dari pulau Panjang kecamatan Galang.

Latihan yang dipusatkan diserambi Masjid Baitul Maqdis Tanjung Gundap ini, dari pukul 08.00 – 10.00 WIB ini mendapatkan respon bagus baik dari Masyarakat Melayu Tanjung Gundap, “Kegiatan seperti ini saya sambut cukup positip karena siapa lagi yang melestarikan budaya seperti ini kalo bukan kite-kite” papar Pak Ahmad selaku pengurus Masjid Baitul Maqdis Tanjung Gundap

Warga dan para orang tua pun turut mendampingi serta menyaksikan anak-anaknya latihan yang rutin dilaksanakan setiap sabtu & minggu ini, “Alhamdulillah Tradisi Kompang dibangkitkan lagi, anak-anak pun bisa bermain dan mengenal budaya melayu kata Ibu Jema selaku Orang Tua Erlina ketika memberikan testimoninya

Seni Musik Kompang sebagai seni dan Tradisi arak-arakan Prosesi adat Pernikahan Melayu, Khitanan, menyambut tamu, dan acara-acara keagamaan menjadi hal penting untuk diabadikan ditangan-tangan anak Juara yang mayoritas terlahir ditanah Melayu, Pak Selamat bin Intan selaku RW 01 Tembesi pun bersemangat dan turut menyemangati anak-anak ketika melantunkan Sholawat disela-sela pukulan demi pukulan Kompang, “Siapa lagi yang mewarisi budaya ini, kalo bukan anak cucu kita, jangan sampai kampung ini mendatangkan orang luar untuk Kompang ditempat kita” papar beliau disela-sela mendampingi anak-anak juara latihan. (12/04).

Permainan Tradisional dan melestarikan Budaya melayu yang positif sangat perlu di angkat dan dihadirkan kepada anak-anak Negeri, salah satunya seni Musik Kompang, sebagai langkah permainan alternatif diera digital, dan di era Globalisme Tekhnologi dan Informasi, agar generasi tidak tergerus oleh zaman dan Berprestasi sebagai anak Bangsa yang berbudi luhur.***

Newsroom/Shofar Fitrotul Al Amin
Batam

Tags :
Konfirmasi Donasi