LESTARIKAN SENI BUDAYA ISLAM, ANAK JUARA BERLATIH MUSIK QOSIDAH

RZ LDKO CilegonCILEGON. Seni qasidah lahir bersamaan dengan kelahiran Islam. Untuk pertama kalinya, qasidah ditampilkan oleh kaum Anshar. Pada saat itu beberapa kaum Anshar menyambut kedatangan Nabi dan mendendangkan lagu-lagu pujian diiringi dengan lantunan musik rebana. Lagu-lagu pujian saat itu pun melegenda hingga hari ini sebagai lagu klasik dan masih dapat dinikmati hingga sekarang.

Dalam perkembangannya, seni qasidah pun biasa dipergunakan pada acara Marhaban, yaitu acara menyambut kelahiran bayi serta pada acara cukuran bayi yang berumur 40 hari, dan pada peringatan hari besar Islam (PHBI) lainnya.

Namun, keberadaan seni qosidah lama-kelamaan mulai tergerus dengan musik-musik masa kini bahkan mereka lebih gencar promosinya dengan seringnya mengadakan audisi seperti: Indonesia IDOL, KDI, D’Academy dll. Atas keprihatinan tersebut, RZ Cilegon berusaha untuk mengangkat kembali seni budaya Islam yang gaungnya hampir tak terdengar dipanggung-panggung saat acara formal maupun informal dengan mengadakan Pengembangan Potensi Anak (P3A) kelas musik Qosidah di wilayah pembinaan Ciwandan yang berpusat di Majlis Taklim Al-Hikmah Cigading, Tegal Ratu, Ciwandan, Minggu (26/04).

Berawal ide dari Mentor anak juara RZ Cilegon yang mengusulkan P3A Qosidah pada 6 bulan yang lalu ke RZ Pusat, Alhamdulillah,anak-anak sekarang sudah pandai memainkan alat musik qosidah”. Kata Salman yang merupakan Kordinator Wilayah Ciwandan.

Senada dengan Salman, Mardiyah (45th), pelatih P3A Qosidah mengatakan: Alhamdulillah, anak-anak binaan RZ Cilegon antusias dalam berlatih sehingga mereka dengan mudah mempelajari musik qosidah dan sekarang mereka sudah lancar. Ungkapnya.

Sementara itu, Milawati Dewi (16th), vokalis Grup Qosidah mengaku: berkat bimbingan dari Ibu Mardiyah dan Suport dari RZ Cilegon, potensi kami dibidang seni khususnya musik qosidah tergali dan sekarang sudah lancar. Ujarnya.***

Newsroom/Arif Syarifudin
Cilegon

Tags :
Konfirmasi Donasi