LIMA KARAKTER INDIVIDU BERPRESTASI

Semua bidang jika membicarakan tentang prestasi sepakat ingin memberikan prestasi kepada lingkungan sekitarnya, terlebih terhadap lingkungan pekerjaan, di mana setiap perusahaan mengharapkan setiap karyawannya memberikan kontribusi positif . Banyak faktor pendorong, baik dari internal individu maupun dari pihak eksternal, sehingga individu mampu mengeksplor kemampuan yang dimilikinya untuk menjadi karakter manusia yang berprestasi. Ada 5 faktor karakter individu yang menjadi leverage prestasi di lingkungan kerjanya:

 

Attitude atau Behaviorally Aspect
Ubah sikap (attitude) Anda, maka hidup Anda akan berubah! Aspek kemampuan dalam pencapaian hasil kerja (achievment result aspect) sebagai mediasi untuk meningkatkan prestasi karyawan dapat ditopang oleh hal ini. Attitude sendiri bisa divisualisasikan dengan tingkah laku atau interaksi individu tersebut terhadap lingkungan kerjanya, seperti; bersosialisasi, gesture , adab berkomunikasi antara dirinya dengan teman sejawat, bagaimana dirinya memperlakukan atasan semakin baik pola hubungan komunikasi yang dibangun maka hal tersebut mempunyai dampak positif terhadap prestasi kerja. Disisi lain attitude akan berkorelasi dengan sikap diri, individu yang mempunyai sikap yang baik maka akan melahirkan individu yang disiplin pula sebagai proses tercapainya prestasi tersebut.

 

Skill dan Knowledge
Jika dalam sebuah dunia kerja SDM-nya tidak ditopang degan ketrampilan yang memadai akan wawasan yang bersinggungan dengan bidang pekerjaannya, maka SDM tersebut setidaknya akan kalah bersaing dengan SDM lainnya, yang tentunya sudah mengusai skill sesuai dengan job descriptionnya. Sama halnya dengan skill, sebagai bekal seorang karyawan untuk meniti karirnya disalah satu institusi adalah knowledge. Pengetahuan tentang arah visi misi perusahaan, produk yang dimiliki perusahaan serta pengetahuan tentang corporate culture sangat penting untuk dimiliki seorang karyawan untuk melihat kedepan arah karirnya, serta mendongkrak prestasi kerjanya.

 

Skill dan Knowledge tidak mutlak didapatkan di bangku kuliah saja, bahkan seseorang yang belum pernah kuliah sekalipun ada kesempatan yang sama untuk meningkatkan ketrampilan intangible tersebut dengan meningkatkan kapasitas diri dengan belajar, baik dengan pelatihan-pelatihan maupun pelatihan yang diadakan oleh perusahaan. Kita pun bisa mencarinya dilingkungan kantor, buku-buku motivasi yang didapat dengan harapan mampu memperkuat skill yang menunjang pekerjaannya.

 

Produktivitas
Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain, (QS. Alam Nasyrah :7). Penggalan ayat al-Qur’an tersebutsebagai perintah setiap insan idealnya menjadi orang yang mempunyai nilai produktivitas yang tinggi. Tercapainya tujuan perusahaan tidak hanya ditopang dari majunya piranti teknologi yang digunakan dalam malakukan pekerjaan. Oleh karena itu karyawan yang berkualitas adalah karyawan yang dalam menjalankan pekerjaannya, dan mampu memberikan hasil kerja yang terbaik atau mempunyai produktifitas kerja tinggi. Produktivitas adalah harga mati baik individu karyawan, maupun institusi perusahaan yang ingin maju dan lebih berkembang lagi. Baik secara kualitas maupun kuantitas siapa pun di dalam dunia kerja semakin produktif, maka prestasi kerja semakin menunjukkan ke  arah yang positif.

 

Setia Terhadap Visi dan Misi
Setiap perusahaan dipastikan mengusung visi dan misi sebagai guideline, agar perusahaan tersebut tetap fokus berjalan di atas relnya dalam mencapai tujuan visi dan misi yang telah ditetapkan. Setiap karyawan yang mengetahui arah tujuan perusahaan tempatnya bekerja, maka dapat terlihat bahwa dirinya akan dapat mengimbangi ritme arah pergerakan kemana tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan tersebut. Seperti halnya Rumah Zakat yang menjunjung tinggi visi dan misi, untuk membawa setiap individu yang terlibat didalamnya untuk ke arah kemaslahatan umat , sehingga dengan kita berprestasi maka kita sama dengan ikut menjunjung tinggi serta menjalankan apa yang dijadikan tujuan oleh perusahaan.

 

Religius
Sangat tidak berlebihan ketika kita berada di lingkungan kerja apalagi institusi tersebut banyak bersinggungan dengan aqidah yang kita yakini, dan menjadikan agama kita sebagai landasan untuk beraktivitas sehingga memacu kita untuk lebih berprestasi. Kita akan sepakat ketika prestasi yang kita torehkan bukan semata-mata karena berorientasikan keduniaan saja, akan tetapi kita akan mengharapkan prestasi itu sebagian dari ibadah. Melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari dengan diniatkan sebagai menunaikan amanah sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT, maka bukan tidak mungkin individu tersebut semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaannya tidak hanya semata-mata ingin dinilai oleh atasan. Orang yang sudah mempunyai landasan agama yang kuat, insya Allah sudah semestinya di lingkungan kerja pun bisa membantu untuk mengembangkan prestasi kerjanya.

 

Jika setiap individu memiliki 5 karakter di atas, setidaknya dirinya akan menjadi karyawan yang bermanfaat, selain ditopang karakter tangible lainnya untuk memberikan prestasi dilingkungan kerjanya.

 

 

Sumber: Paper Test ODP (Officer Development Program) Angkatan I, Rumah Zakat.

Tags :
Konfirmasi Donasi