MAKANAN GOSONG SEBABKAN KANKER, MITOS ATAU FAKTA?

Terkadang, kamu secara tidak sengaja terlalu lama meninggalkan makanan yang dimasak akhirnya terdapat beberapa bagian yang gosong, terutama pada daging. Meski begitu, beberapa orang menganggap jika makanan yang gosong dapat memberikan cita rasa yang berbeda dan terasa lebih renyah. Namun, banyak orang yang belum tahu jika makanan gosong dapat menjadi penyebab dari kanker.

Namun, bagaimana caranya makanan yang dimasak terlalu matang tersebut dapat menyebabkan sel kanker dapat tumbuh di dalam tubuh? Seberapa tinggi hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang mengidap gangguan kanker? Apakah hal tersebut hanya mitos belaka yang menyebar tanpa adanya penjelasan medis? Untuk mengetahui lebih jauh terkait hal tersebut, kamu dapat membaca ulasannya di sini!

Makanan Gosong Dapat Menjadi Penyebab Kanker

Saat kamu merayakan makan-makan dengan cara barbeque atau mengonsumsi makanan di restoran all you can eat, terkadang beberapa makanan, terutama daging, menjadi terlalu matang atau gosong karena banyak hal yang harus dilakukan. Beberapa orang tetap mengonsumsi daging tersebut, meskipun sudah terlihat gosong. Padahal, mengonsumsi makanan gosong ternyata dapat menjadi salah satu penyebab kanker.

Umumnya, makanan yang dimasak dengan suhu tinggi dapat membentuk molekul tertentu yang disebut juga dengan akrilamida. Kandungan tersebut merupakan bahan kimia yang memiliki sifat toksik dan karsinogenik pada sektor industri. Saat masuk ke tubuh, akrilamida dapat berubah menjadi glikidamida yang dapat merusak DNA. Pertumbuhan sel yang tidak terkendali karena kerusakan DNA dapat mengakibatkan kanker.

Akrilamida terbentuk atas reaksi antara asam amino alami asparagine dengan beberapa karbohidrat secara alami. Kamu tidak dapat menemukan kandungan tersebut pada makanan mentah atau yang diolah dengan cara direbus. Selain itu, produk susu, daging, dan ikan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengandung zat berbahaya tersebut. Namun, pengolahan yang salah dapat menimbulkannya. Akrilamida juga dapat masuk ke tubuh saat merokok tembakau.

Lalu, bagaimana cara memasak yang paling baik untuk dilakukan?

Kamu dapat menerapkan “aturan emas” yang telah disarankan oleh banyak ahli medis, yaitu memasak makanan hingga berwarna kuning, bukan coklat atau hitam. Hal tersebut membatasi pembentukan akrilamida, meskipun jika kamu memasak dengan suhu yang terlalu rendah. Namun, efek buruk lainnya yang dapat terjadi adalah bakteri tidak terbunuh, sehingga kamu dapat mengalami risiko keracunan makanan lebih besar.

Selain akrilamida, kamu dapat mengalami risiko tinggi terhadap kanker karena kandungan kimia PAH dan HAC. Berikut ini penjelasannya:

Saat memasak daging, terdapat dua bahan kimia berbeda yang muncul saat daging dimasak. Zat kimia yang pertama adalah hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang terbentuk ketika lemak dan sari buah menetes ke api saat menggoreng, memanggang, atau membakar daging. Kandungan kimia lainnya adalah amina heterosiklik (HAC) yang dihasilkan dari reaksi antara molekul, termasuk asam amino dan gula.

HAC terbentuk ketika daging terkena suhu tinggi untuk jangka waktu yang lama. Semakin lama proses memasak dilakukan, maka kandungannya semakin tinggi. Cara mengakalinya adalah memanaskan daging di microwave sebentar sebelum dimasak dengan suhu tinggi. Agar waktu masaknya dapat berkurang dan HAC yang diproduksi menurun.

Maka dari itu, ada baiknya untuk selalu hati-hati saat mengolah makanan agar menghindari adanya bagian yang gosong. Dengan begitu, kamu dapat menurunkan risiko dari makanan gosong yang dapat menjadi penyebab kanker. Semua orang tahu jika kanker termasuk penyakit yang berbahaya, jadi pastikan untuk selalu menghindarinya.

sumber: halodoc.com

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia