MAKNAI KEMERDEKAAN, ANAK JUARA MTT BALI NUSRA KUNJUNGI MUSEUM BAJRA SANDHI

MAKNAI KEMERDEKAAN, ANAK JUARA MTT BALI NUSRA KUNJUNGI MUSEUM BAJRA SANDHIDENPASAR. Pada (21/08) gegap gempita perayaan HUT kemerdekaan RI yang ke-71 terlihat di seantero negeri, berbagai lomba dan peringatan diadakan untuk memeriahkan kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus ini. Tak ketinggalan juga Anak Juara Majelis Taklim Telkomsel (MTT) Bali Nusra.

Demi membangkitkan nilai perjuangan, pewarisan sejarah sangatlah penting. MTT Bali Nusra bekerja sama dengan Relawan RZ mengajak 16 anak penerima beasiswa khusus MTT untuk berkunjung ke museum Bajra Sandhi yang terletak di tengah kota Denpasar. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada para anak-anak, bahwa segala sesuatu yang ingin diraih, pastilah memerlukan perjuangan.

Museum yang berdiri megah di depan kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Bali Niti Mandala Renon, atau tepatnya di Lapangan Puputan Renon ini terkenal dengan sebutan monument Bajra Sandhi yang merupakan monumen perjuangan rakyat Bali yang dibangun untuk memberi hormat kepada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman serta lambang semangat untuk mempertahankan keutuhan NKRI.

Hal ini terlhat dari 17 anak tangga di pintu utama, 8 buah tiang agung di dalam monumen dan tinggi monumen menjulang sejauh 45 meter. Dinamakan Bajra Sandhi karena arsitekturnya yang menyerupai bajra atau genta yang dipakai oleh para pendeta Hindu dalam membaca mantra (weda) saat upacara-upacara keagamaan.

“Di dalam museum, terdapat 33 diorama perjalanan sejarah perkembangan Bali, mulai dari zaman purba yang digambarkan dengan manusia purba sedang berburu babi dengan kapak genggam, masa kerajaan, penggambaran perang puputan antara kerajaan Bali yang dipimpin oleh patih I ketut Jelantik dan perjuangan merebut kemerdekaan terhadap Jepang sampai pada mempertahankan kemerdekaan saat perang puputan Marga yang dipimin I Gusti Ngurah Rai.” jelas Abdul Haris.

Berbagai komentar orang tua penerima manfaat beasiswa beragam ketika diajak berkunjung ke sini. “Saya sudah tinggal disini hampir 30 tahunan, baru kali ini masuk kesini pak.” ujar pak Sukardi. Sorot mata antusias terlihat saat rombongan keluar dan beberapa kali berpose dalam jepretan kamera, terlebih saat beristirahat sambil menikmati hidangan snack dan air minum yang telah disediakan. Acara ditutup dengan pemberian tugas untuk membuat resume perjuangan rakyat Bali yang harus dikumpulkan pekan depannya.

Newsroom/Nur Shyfa
Denpasar

Tags :
Konfirmasi Donasi