[:ID]MANFAAT TERKENA SINAR MATAHARI[:en]THE BENEFIT OF SUN EXPOSURE [:]

[:ID]

Beberapa orang enggan terkena sinar matahari dengan alasan tidak suka hawa panasnya, silau, bahkan beberapa khawatir mengubah warna kulit. Padahal, sinar matahari sangat diperlukan untuk kulit manusia agar tetap sehat.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan kurang paparan sinar matahari membawa risiko yang signifikan, mirip dengan merokok, obesitas, dan tidak banyak bergerak. Penelitian lain memuji sinar matahari karena membantu meningkatkan proses penuaan dan kesehatan jantung. Keuntungan itu datang, sebagian dari cara sinar matahari mendorong produksi vitamin D.

“Radiasi UVB dari sinar matahari memicu vitamin D untuk disintesis di kulit. Menjaga kadar vitamin D tetap penting karena vitamin ini kunci mengaktifkan gen yang mengatur sistem kekebalan tubuh dan melepaskan neurotransmiter seperti serotonin.” kata Ahli Nutrisi dan Eksekutif NPD di Better You Keeley Berry, dikutip dari Yahoo Style, Rabu (27/2).

“Paparan sinar matahari cerah dalam bentuk sinar matahari atau terapi cahaya sering digunakan untuk meningkatkan kadar serotonin untuk membantu memerangi suasana hati yang rendah,” kata Keeley.

Serotonin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan ini dapat membantu merasa tenang dan waspada. Ketika kekurangan paparan sinar matahari, terkadang terjadi gangguan pada suasana hati.

Di samping itu, sinar matahari juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, yang pada akhirnya akan membuat merasa segar dan bahagia. Tubuh manusia memiliki jam pengatur waktu alami yang disebut sebagai ritme sirkadian menghasilkan hormon yang memberi sinyal bagi tubuh untuk memberi tahu kapan waktunya untuk tidur.

“Paparan sinar matahari alami atau cahaya terang di siang hari dapat membantu menjaga ritme sirkadian kita sehat dan dapat meningkatkan kualitas dan durasi tidur. Satu studi bahkan menunjukkan paparan cahaya terang pada siang hari mengurangi waktu yang dibutuhkan penderita insomnia tertidur sebanyak 83 persen,” ujar  Ahli Gizi Lily Soutter.

Manfaat vitamin D yang diberikan sinar matahari pun diperlukan untuk kesehatan tulang. Kekurangan vitamin tersebut terkait dengan berbagai penyakit tulang seperti rakhitis dan osteoporosis. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mendapatkan 5 hingga 15 menit sinar matahari pada lengan, tangan, dan wajah sebanyak dua atau tiga kali per pekan sudah cukup untuk menuai manfaat penambah vitamin D.

Cukup vitamin D juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sinar matahari juga dapat meningkatkan sel melawan infeksi di kulit, membantu melawan penyakit. Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menyarankan agar kulit menggunakan sel-sel untuk menangkal mikroba bakteri. Para peneliti menemukan tingkat cahaya biru yang rendah, yang ditemukan di bawah sinar matahari, membuat sel T melawan penyakit di kulit bergerak lebih cepat.

“Kita semua tahu sinar matahari menyediakan vitamin D, yang diduga berdampak pada kekebalan. Namun, apa yang kami temukan adalah peran yang sepenuhnya terpisah dari sinar matahari pada imunitas. Beberapa peran yang dikaitkan dengan vitamin D pada kekebalan mungkin disebabkan oleh mekanisme baru ini,” kata pemimpin penelitian di Universitas Georgetown di Washington DC Profesor Gerard Ahern.

Selain itu, penelitian berjudul Sun Exposure and Its Effects on Human Health: Mechanisms through Which Sun Exposure Could Reduce the Risk of Developing Obesity and Cardiometabolic Dysfunction mengungkapkan, terkena sinar matahari pagi dapat mengurangi lemak tubuh. Studi ini menunjukkan, paparan sinar matahari pagi selama 20 hingga 30 menit saja cukup untuk menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT).

sumber:republika.id[:en]Some people are reluctant to be exposed to sunlight for reasons not like the heat, glare, even some worry about changing skin color. In fact, sunlight is needed for human skin to stay healthy.

A recent study found that less sun exposure carries a significant risk, similar to smoking, obesity, and not moving much. Other research praises sunlight because it helps improve the aging process and heart health. The benefits come, in part from the way sunlight drives the production of vitamin D.

“UVB radiation from the sun triggers vitamin D to be synthesized in the skin. Keeping vitamin D levels important because this key vitamin activates genes that regulate the immune system and releases neurotransmitters such as serotonin.” said NPD Nutritionist and Executive at Better You Keeley Berry, quoted from Yahoo Style, Wednesday (2/27).

 

Berry explained, serotonin affects various functions of the human body, including emotions, motor skills, sleep, and hunger. Disorders at serotonin levels have been linked to a number of day mood disturbances and sleep disorders.

“Exposure to bright sunlight in the form of sunlight or light therapy is often used to increase serotonin levels to help fight a low mood,” Keeley said.

 

Serotonin, known as the happiness hormone, can help to feel calm and alert. When lack of sun exposure, sometimes there is a disturbance in the mood.

 

In addition, sunlight can also help improve the quality of sleep, which in turn will make you feel refreshed and happy. The human body has a natural timer clock called the circadian rhythm that produces a hormone that signals the body to tell when it’s time to sleep.

 

“Exposure to natural sunlight or bright light during the day can help keep our circadian rhythms healthy and can improve the quality and duration of sleep. One study even showed exposure to bright light during the day reduced the time needed by sleep insomnia sufferers by 83 percent,” the expert said Nutrition Lily Soutter.

 

The benefits of vitamin D given sunlight is also needed for bone health. Vitamin deficiency is associated with various bone diseases such as rickets and osteoporosis. According to the World Health Organization (WHO), getting 5 to 15 minutes of sunshine on your arms, hands and face two or three times per week is enough to reap the benefits of a vitamin D enhancer.

 

Enough vitamin D can also help boost the immune system. Sunlight can also increase cells against infections in the skin, helping fight disease. The findings, published in the journal Scientific Reports, suggest that the skin uses cells to ward off bacterial microbes. The researchers found a low level of blue light, which is found in the sun, making T cells fight diseases in the skin move faster.

 

“We all know that sunlight provides vitamin D, which is thought to have an impact on immunity. However, what we found is a role that is completely separate from sunlight to immunity. Some of the roles associated with vitamin D may be caused by this new mechanism,” said the research leader at Georgetown University in Washington DC Professor Gerard Ahern.

 

In addition, the study entitled Sun Exposure and Its Effects on Human Health: Mechanisms through Which Sun’s Exposure Could Reduce the Risk of Developing Obesity and Cardiometabolic Dysfunction revealed that being exposed to morning sunlight can reduce body fat. This study shows that exposure to morning sun for 20 to 30 minutes is enough to reduce the Body Mass Index (BMI).

 

source: republika.id[:]

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia