MEMAAFKAN

Dalam berinteraksi dengan orang lain, tentunya tidak terlepas dari perbedaan. Akan selalu ada perselisihan yang terkadang membuat kita kecewa, marah atau bahkan dendam. Namun untuk kita yang berada di jalan dakwah, seharusnyalah perbedaan yang ada dan perselisihan yang terjadi tidak berakibat pada perpecahan. Karena sudah sunnatullah, bahwa setiap manusia tidak akan terlepas dari kesalahan. Kesalahan itu bahkan sudah dilakukan sejak manusia pertama Nabiyullah Adam a.s dan para Nabi sesudahnya. Tapi Allah kemudian meluruskan kesalahan dan kekeliruan para Nabi, agar mereka tetap terpelihara dari kesalahan yang tak berkesudahan.

Karenanya, memaafkan memiliki arti yang begitu istimewa dalam Islam, sebab:

– Pemaaf adalah salah satu sifat Allah,

– Memaafkan adalah sifat yang dicintai oleh Allah,

– Memohon maaf kepada Allah adalah salah satu yang diperintahkan kepada kita.

Begitu pentingnya arti memaafkan, sehingga Al Qur’an menggunakan 3 kata yang berbeda, yaitu:

1. mengampuni (ghofur), terdapat dalam 234 ayat,

2. memaafkan (‘afwu), terdapat dlm 35 ayat,

3. memaafkan dan berlapang dada (shofha), terdapat dlm 8 ayat.

Bahkan dalam Q.S At-Thaghobun : 14, terangkum ketiga kata tersebut.

Adapun keutamaan memaafkan adalah sebagai berikut:

1. Akan mendapatkan ampunan dari Allah.( “….dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Q.S An-Nur : 22).

2. Merupakan perbuatan baik yang dicintai oleh Allah (“Yaitu orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” Q.S Ali-Imran : 134)

3. Salah satu jalan untuk mendekatkan kepada ketaqwaan (“….pembebasan itu lebih dekat kepada taqwa.Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” Q.S Al-Baqarah : 237).

4. Menambah kemuliaan dan kehormatan.( “Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” Hadist muttafaq-alaih).

Dalam memberi maaf, hendaklah memenuhi adabnya, diantaranya dengan keikhlasan, dengan cara yang mudah, tidak mempersulit dan berbelit-belit, serta berusaha menghapus luka lama dan bersiap membuka lembaran baru.

Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hambaNya yang mau dan mampu memaafkan, serta berlapang dada dalam memberi dan meminta maaf. Karena Rasulullah bersada dalam salah satu hadistnya: “Tidak halal bagi seorang muslim meninggalkan saudaranya diatas 3 malam. Ketika bertemu, mereka saling menghindar. Dan yang paling baik dari kedua orang itu adalah yang memulai dengan salam”.

Moga Allah selalu memberikan hidayah dan maghfiroh-Nya kepada kita semua, hingga kita mampu menjaga dan mempertahankan tali ukhuwah antar saudara, hingga Allah berkenan mengumpulkan kita dalam jannah-Nya, sebab kecintaan kita pada saudara, insya Allah karena kecintaan kita padaNya. Amiiin ya robbal ‘alamiin. Wallahu a’lam bisshowwaab.#

Rachmani Tarigan, Cabang Medan

Referensi

1. Al Qur’an terjemahan As-Syamiil

Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami (M. Lili Nur Aulia)

2. Mencari Mutiara di Dasar Hati (M. Nursari)

Tags :
Konfirmasi Donasi