MEMBERDAYAKAN=MENGHILANGKAN KESUSAHAN?EMPOWERING= ELIMINATING THE DISTRESS?

Oleh: Iwan Kartiwan Mashur, LC

Ada pepatah bijak mengatakan, “Orang besar adalah orang yang terbiasa memikirkan kepentingan orang lain,” berbuat baik demi orang banyak adalah perbuatan yang mulia. Firman Allah SWT dalam Al Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.“ Q.S Alhajj: 77.

Allah SWT menyuruh kaum muslimin agar ruku, sujud, dan mendirikan shalat yang merupakan inti ibadah dan simbol islam yang paling menonjol, juga agar beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukanya dengan sesuatu apapun, serta melakukan kebaikan sesuai kemampuan. Ketika Allah menyuruh mereka berbuat baik, maka secara otomatis melarang mereka melakukan kejahatan. Sebab awal kebajikan adalah meninggalkan kejahatan dan Allah menyediakan balasan berupa kesuksesan dan kemenangan.

Itulah tugas individu dan tanggung jawab seorang muslim yang harus dilakukan sendiri baik dalam kesendirian maupun dalam kebersamaan (berjamaah). Memberi manfaat kepada orang banyak dengan kalimat lain memberdayakan orang adalah adalah sesuai dengan arahan dan tuntunan sunnah Rasulullah SAW yang mulia memberikan contoh cara mengaplikasikannya. Perhatikan ungkapan sayyidina Khadijah ra, kepada Nabi SAW saat-saat pertama menerima wahyu beliau dalam keadaan kaget dan khawatir.

“Demi Allah, Allah tidak mungkin menghinakanmu karena engkau suka menyambungkan tali silaturahmi, memberi penghasilan kepada yang tidak punya pekerjaan, menanggung beban dan membantu orang-orang yang mendapat musibah dalam kebenaran.“

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahanya pada hari kiamat, barang siapa yang memudahkan orang kesulitan, maka Allah akan memudahkanya di dunia dan akhirat, dan Allah akan menolong hamba, selama hambanya itu menolong saudaranya.“ ( HR Muslim).

Memudahkan kesusahan orang lain baik dengan materi ataupun hanya sekedar memberikan nasihat dan peluang solusi bisa jadi nilai pahala disisi Allah lebih besar dari pada melakukan ibadah ritual secara pribadi. Seorang sahabat mulia ulama besar Ibnu Abbas ra, pernah menghentikan (ibadah) Itikafnya untuk memenuhi kebutuhan saudaranya karena Allah, ketika itu saudaranya heran, Ibnu Abbas ra berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang berjalan untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, baik terpenuhi maupun belum / tidak maka itu lebih baik dari pada Itikaf sebulan dimesjid-Ku ( Masjid Nabawi) ini.”

Di antara salah satu rambu-rambu keislaman adalah memberikan bantuan, nasihat dan kontribusi yang tidak pernah terputus kepada seluruh makhluk Allah, Karena itn tidak layak seorang yang terlahir ke dunia hanya hidup untuk dirinya sendiri tidak meyakini adanya hari pembalasan, tidak melakukan kebaikan bahkan tidak pernah menganjurkan orang pada kebaikan.

Mengenai hal ini ulama besar Hassan Al Banna mengatakan; ”Hendaklah engkau menjadi orang yang banyak aktivitas, yang terlatih memberikan pelayanan-pelayanan sosial. Merasa bahagia dan senang ketika memberikan bantuan kepada orang lain, menjenguk orang sakit, membentu orang yang membutuhkan, menanggung orang yang lemah, meringankan beban orang yang tertimpa musibah, meskipun hanya dengan ucapan yang baik, dan selalu bersegera menuju pada kebaikan.“

“Ya Tuhan kami, jangan engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan, Ya Tuhan kami, jangan engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami jangan Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya , maafkan kami, ampunilah kami, dan sayangilah kami, Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.“

Wallahua’lam bishawwab.
Oleh: Iwan Kartiwan Mashur, LC
There is a wise proverb says, “Great men are those who are accustomed to think of the interests of others,” doing good thing for the sake of the people is a noble deed. Word of Allah in the Qur’an: ” O ye who believe! Bow down and prostrate yourselves, and worship your Lord, and do good, that haply ye may prosper.” QS Alhajj: 77.
Allah tells the Muslims to bow down, prostrate, and do prayers that are the core of worship and symbol of Islam’s that is most prominent, also in order to worship Allah and do not menyekutukanya with anything, and do good according to ability. When God told them to do good then automatically forbid them to do evil. The beginning of Righteousness is leaving the evil and God provided a reply in the form of success and victory.

That is individual tasks and responsibilities of a Muslim that must be done both in solitude and in togetherness (congregation). Giving benefits to people in other word is empowering people is in accordance with the direction and guidance of the Sunnah of The prophet Muhammad PBU Hwho gives examples of how to apply it. Note the phrase pf Sayyidina Khadijah ra, when it was the frist time that the Prophet received the revelation in a state of shock and worry.

“On the name of Allah, Allah will not humiliating you because you like connecting ties, provide income to those who do not have jobs, , bear the burden and help the people who got the disaster in the truth.”

In a hadith the Prophet said: “Whoever removes distress a believer in the world, then Allah will eliminate his distress on Judgment Day, whoever that facilitates the difficulty, God will help you in the world and the hereafter, and Allah will help servants, as long as the servant helps his brother. “(HR.Muslim).

Ease the distress of others either to the material or just giving advice and solutions opportunities could become the value in Allah side that is greater than perform ritual worship in private. A friend of glorious great scholar Ibn Abbas, stop (worship) doing his Itikaf to fulfil the needs of his brother because of Allah, at that time the brother surprised, Ibn Abbas said: “I heard the Prophet PBUH said: He who goes to meet his brother, both fulfilled nor yet / not then it’s better than doing Itikaf in my mosque for a month (Masjid Nabawi)”

Among one of the signs of Islam is to provide assistance, advice and contributions that is uninterruptible to all creatures of God, because it not worth a man who was born into the world only to live for himself does not believe in the Day of Judgment, not doing good even never encourages people to goodness.

On this case the great scholar Hassan Al Banna said; “Let you become a person who has a lot of activity, trained providing social services. Feel happy and pleased when providing assistance to others, visit the sick, help the needy, bear the weak, ease the burden on those afflicted, although only by a good speech, and always hasten to the goodness. ”

“Oh Allah, do not punish us if we forget or make a mistake, Oh Allah, if you impose on us a heavy burden as you impose on those before us, Allah do not burden us What we can not endure, forgive us, forgive us, and have pity on us, Thou our protector, so help us confront the infidels.

Wallahua’lam bishawwab.

Tags :