MEMPUNYAI TABUNGAN MELALUI SAMPAH

RZ LDKO CilegonTANGERANG. Sebanyak 130 buku tabungan dengan warna putih oranye bertumpuk di meja penimbangan. Buku-buku itulah yang kemudian akan mencatat penghasilan dari para partisipan bank sampah. Ada yang hanya mendapat tak lebih dari Rp30.00 ada juga yang lebih dari Rp200.000. Yang jelas semua rapi tercatat dan bisa diambil kapan saja mereka mau. Namun rata-rata para partisipan tak hendak mengambilnya hingga uang tersebut terkumpul cukup banyak.

“Saya enggak tahu dapat berapa tabungannya, kan ada di buku. Biarkan saja sampai sampai banyak dulu, yang penting saya kumpulin sampahnya,” ungkap Dian, salah satu partisipan Bank Sampah Berseri yang telah beberapa bulan ini aktif mengumpulkan sampah di rumah dan juga rumah ibu mertuanya.

Sementara ini Bank Sampah Berseri hanya mengolah sampah kering untuk dijual ke pengepul. Sedangkan untuk sampah basah mereka masih membuangnya secara tradisional, meski sudah pernah diberi pelatihan komposting oleh fasilitator wilayah ICD Rengas, Ciputat, Rio Ferdinan.

“Kami masih berkonsentrasi untuk mengumpulkan sampah-sampah kering ini. Ke depannya kami juga ingin melakukan komposting untuk mengolah sampah basahnya. Sebab sampah-sampah kering yang sekali angkut bisa sampai 3 ton ini sudah cukup menyita perhatian kami,” ujar Maesaroh, ketua Bank Sampah Berseri.

Pengurus Bank Sampah Berseri memang hanya tiga orang, tapi mereka mempunyai perwakilan di tiap RT sebagai sukarelawan saat penimbangan. Total ada empat RT yang tiap pekan melakukan penimbangan sampah.

“Awalnya sih, males ngumpulin sampah-sampah ini. Mana kan banyak nyamuknya kalau terus dikumpul dan gak disetor-setor. Tapi sekarang sudah biasa, lumayan juga ada hasilnya,” ujar Purwanti, salah satu partisipan bank sampah.

Sampah akan tetap menjadi sampah dan memenuhi haknya di tempat pembuangan. Namun ia bisa bisa berubah menjadi berkah bagi pemilik dan juga pengelolanya jika kita mau sedikit saja usaha untuk mengumpulkannya. Ia adalah sumber rezeki bagi para pengepul juga para pengolahnya. Jangan sepelekan dan mulailah berhitung berkah dari sampah yang ada di rumah.***

Newsroom/Yosef
Tangerang

Tags :
Konfirmasi Donasi