MEMULIAKAN GURU

OLEH SIGIT INDRIJONO

“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS al-Mujadalah [58] : 11).

Ayat di atas menerangkan tentang keutamaan ilmu. Seorang mukmin hendaknya melakukan tiga hal terhadap ilmu. Pertama, mencari ilmu sebagai ikhtiar untuk menghilangkan kebodohan diri, merupakan sebagai suatu ibadah dengan ikhlas hanya karena Allah dengan mengharap ridha-Nya.

Kedua, mengajarkan dan menyebarkan ilmu untuk orang lain. Ketiga, mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan yang luas. Selain itu, melakukan penelitian dan pengembangan ilmu, tentunya sesuai dengan kaidah yang dipersyaratkan, untuk meningkatkan khazanah ilmu.

Dengan ilmu yang dimiliki, jangan sampai menjadikan seseorang takabur, seperti dijelaskan pada ayat berikut, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini karena kepintaranku.” (QS az-Zumar [39] : 49). Hendaknya harus disadari peringatan Allah SWT pada ayat berikut ini. “Di atas orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.” (QS Yusuf [12] : 76).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan bahwa di atas seseorang yang berpengetahuan ada orang lain yang lebih berpengetahuan, dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan adalah Allah Yang Maha Mengetahui. Setiap orang memiliki perbedaan pada pembidangan ilmu dan tingkatan penguasaan ilmu. Sehingga untuk menambah ilmu, seseorang harus bertanya dan belajar pada orang lain.

“Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.” (QS an-Nahl[16] :43) dan (QS al-Anbiya’[21] : 7).

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah memberikan kepadanya pemahaman tentang ilmu agama.’” (HR Bukhari dan Muslim). Sehingga, kita hendaknya menekuni dan terus mempelajari ilmu agama secara berkelanjutan, di samping mempelajari ilmu duniawi.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh aku diutus (oleh Allah SWT) sebagai seorang guru.” (HR Ibnu Majah). Tentang menghormati guru, seorang sahabat, yaitu Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan, “Saat kami sedang duduk-duduk di Masjid, datang Rasulullah SAW kemudian duduk di hadapan kami. Maka seolah-olah di atas kepala kami terdapat burung, tidak ada seorangpun dari kami yang berbicara.” (HR Bukhari).

Seorang guru mempunyai peran penting dalam proses belajar dan mengajar ilmu. Karenanya, kita harus memuliakan guru dengan menghormati secara layak. ”Barangsiapa menempuh jalan suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim) . Wallahu a’lam.

sumber: republika.co.id

Tags :
Konfirmasi Donasi
id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia