MENCIPTAKAN PELUANG DI TENGAH KETERBATASAN

RZ LDKO CilegonBANDUNG. Gerobak gorengan dengan brand RZ itu selalu terparkir di Balai Bina Mandiri kawasan Lingkar Selatan, Kota Bandung. Pemiliknya memang hanya berjualan sore hari selepas aktivitas belajarnya selesai, itu pun tidak full selama tujuh hari. Selebihnya gerobak gorengan tersebut terlihat menganggur di depan bangunan Balai Bina Mandiri.

“Setidaknya lima hari dalam seminggu saya berjualan, terutama di hari Sabtu dan Minggu yang memang libur kuliah, tapi alhamdulillah hasilnya lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Ibrahim Lubis.

Ya, pemilik gerobak gorengan itu adalah seorang mahasiswa sebuah sekolah tinggi yang terletak tidak jauh dari Balai Bina Mandiri atau pusat aktivitas warga binaan RZ di wilayah ICD Lingkar Selatan, Kota Bandung. Bahkan Bram, begitu ia biasa disapa, tinggal di Balai Bina Mandiri dan menjadi member binaan RZ paling muda serta paling aktif. Setidaknya setiap ada kegiatan yang dilakukan di Balai Bina Mandiri, ia pasti turut melibatkan diri. Sehari-hari ia juga memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di sekitar wilayah ICD.

“Kenapa harus malu? Toh, nggak ada yang kenal juga sama saya,” ujarnya tersenyum ketika ditanya tentang perasaannya saat berjualan gorengan.

Bram, mahasiswa yang belum genap berusia 20 tahun tersebut berasal dari Mandailing Natal Sumatera Utara. Ia sengaja datang ke Bandung dengan tujuan untuk kuliah. Dan perkenalannya dengan RZ rupanya menjadi jalan rezeki baginya.

“Awalnya saya nggak bisa membuat gorengan, tapi diajarin oleh binaan yang lain sampai akhirnya saya bisa membuat adonan dan membuat gorengan sendiri serta menjualnya. Alhamdulillah, penghasilan sehari bisa mencapai Rp100.000,” ungkap Bram senang. Untuk menjadi member RZ memang tidak banyak syarat, tapi salah satu syarat yang mutlak terpenuhi adalah dapat menciptakan peluang di tengah keterbatasan.

Ada keinginan yang kuat untuk terus maju dan merubah diri serta keluarga menjadi lebih baik dari hari ke hari. Berbeda dengan anak muda kebanyakan, Bram mengambil peluang untuk bertumbuh bersama RZ tanpa canggung dan mampu melibatkan diri secara penuh dengan aktivitas RZ di wilayah ICD.

Lain Bram lain pula Fitri. Ibu dua orang anak ini adalah penduduk asli Kel. Lingkar Selatan. Bahkan perkenalannya dengan RZ telah berusia lebih dari 10 tahun, meski baru beberapa tahun terakhir Bu Fitri menjadi member binaan RZ dan menjadi PM (Penerima Manfaat) dari program ekonomi.

“Saya mempunyai usaha jahit, walaupun kenyataannya saya tidak hanya disibukan oleh jahit menjahit. Karena tiap sore saya mengajar BBTQ (Belajar Baca Tulis Al Qur’an) juga mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh RZ di Balai Bina Mandiri. Yaa, saya senang kalau tenaga saya ada manfaatnya..” ungkap Fitri.

Sebagai istri Ketua RT 05, Fitri memang bisa terbilang aktif di dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia mengaku menikmati semua aktivitasnya tersebut, selain kesibukannya sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai usaha jahit. “Saya mendapat bantuan mesin jahit dari RZ, dan juga pendampingan secara intensif,” tambahnya.***

Sumber : RZ Magz Edisi Juli 2015

Tags :
Konfirmasi Donasi