MENUJU DESA AGROWISATA BANJARNEGARA

RZ LDKO CilegonBANJARNEGARA. Masing-masing daerah di Indonesia tentu mempunyai kekhasan yang menjadi daya tarik untuk para wisatawan. Kekhasan tersebut berupa potensi lokal yang belum tentu bisa ditemui di lain daerah. Begitu pun dengan wilayah Prigi, salah satu desa binaan RZ (Rumah Zakat) yang terdapat di Kec. Sigaluh Kab. Bajarnegara, Jawa Tengah.

Memasuki wilayahnya, nuansa dataran tinggi mulai terasa. Udara yang sejuk serta jalan yang berkelok naik turun menjadi pemandangan yang biasa. Bukan hanya itu, tapi kebun salak yang memenuhi pinggiran jalan juga tampak begitu rapat. Bagaimana tidak, hampir 98 % penduduk Prigi adalah petani salak, sehingga berbeda dengan daerah-daerah lain di Jawa Tengah yang menjadi petani padi pada umumnya, di Prigi tak ada wilayah persawahan.

“Selain salak yang merupakan potensi lokal andalan dari Prigi, ada juga kolam ikan serta kayu albasiyah yang mereka tanam di hutan,” tutur Bayu, Relawan Inspirasi RZ di Prigi.

Desa Prigi adalah salah satu desa dengan penduduk terbesar di Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara. Wilayahnya yang luas serta kondisi medan yang naik turun membuat akses ke sana sedikit sulit jika tanpa kendaraan bermotor. Meski pada kenyataannya hal tersebut sama sekali tidak mengurangi produktivitas masyarakatnya. Jarak antar RW atau antar dusun terbilang jauh, jarak rumah pun terbilang jarang-jarang.

“Ada beberapa relawan lokal yang membantu setiap proses pemberdayaan RZ di sini. Hal itulah yang memudahkan saya pribadi menyosialisasikan program-program RZ yang kemudian diselaraskan dengan program masyarakat yang sudah berjalan,” ujar Bayu.

Prigi memang tergolong istimewa, penduduknya yang ramah serta potensi lokal yang luar biasa merupakan perpaduan yang pas untuk sebuah proses pemberdayaan. Di Prigi, ada lima relawan lokal yang siap menyukseskan setiap program pemberdayaan RZ Kisam Abdullah, Kislam, Sukiman, Wartinah dan Karyoto, mereka masing-masing bertanggung jawab pada satu atau beberapa program di dusunnya.

Di Prigi, RZ hadir untuk mendampingi setiap proses pemberdayaan warganya. Mulai dari pendidikan yang ditandai dengan menjamurnya TPQ binaan di setiap dusun, Beasiswa Ceria untuk anak-anak kurang mampu, juga koperasi yang didirikan di lingkungan TPQ sebagai embrio lahirnya koperasi syariah yang lebih besar lagi.

Selain itu, Kelompok Tani Hutan (Poktan) Ijo Royo-Royo yang merupakan induk dari semua kegiatan pertanian di Prigi juga semakin menunjukan eksistensinya. Dengan manajemen dan pendampingan yang lebih intensif lagi, Poktan Ijo Royo-Royo ini telah berhasil menjadi juara II tingkat nasional pada Lomba Kelompok Tani Hutan Rakyat.***

Sumber : RZ Magz edisi Oktober 2015

Tags :
Konfirmasi Donasi